Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Langit Kalbar Ditaburi 13 Ton Garam

Minggu, 30 Juni 2024 - 07:57 WIB
loading...
Cegah Kebakaran Hutan...
BMKG tengah melaksanakan OMC dengan menaburi NaCl sebagai langkah preventif terhadap Karhutla di Provinsi Kalbar. Foto/Ist
A A A
PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah preventif terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Operasi ini dimulai sejak 25 Juni dan direncanakan berlangsung hingga 5 Juli 2024.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan resminya yang dikutip pada Minggu (30/6/2024), menyebutkan bahwa periode puncak Karhutla di Kalbar dan provinsi lain yang rentan biasanya terjadi pada bulan Juli hingga September.

"Data Pemantau Air Lahan Gambut (SIPALAGA) dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menunjukkan sebagian besar lahan gambut di Kalbar sudah mengering dengan ketinggian air tanah di bawah 40 cm, menandakan status yang sangat rawan," kata Dwikorita.

Dengan data tersebut, Dwikorita menekankan pentingnya OMC sebagai upaya BMKG bersama pemangku kepentingan dalam mencegah Karhutla di Kalbar. Jika Karhutla terjadi dan meluas, dampaknya akan sangat buruk bagi masyarakat luas. "Berdasarkan data Sipongi KLHK, pada tahun 2023, lahan terbakar di Kalbar mencapai 111.848 hektar. Tentunya, ini sangat luas dan OMC berupaya untuk mencegah kejadian serupa," tambahnya.

Baca Juga: Operasi Modifikasi Cuaca, BMKG Bakal Tabur 15 Ton Garam di Langit Sumbar

Plt. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa saat ini telah disiapkan 13 ton NaCI Powder untuk disemai di langit Kalbar. Target penyemaian difokuskan pada daerah rawan Karhutla, yaitu lahan gambut di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sekadau, dan Kabupaten Sanggau.

"Tim pelaksana OMC harus aktif memantau data Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) setiap harinya untuk menentukan daerah yang sudah rawan terbakar dan perlu dijadikan prioritas dalam penyemaian awan," jelas Seto.

Seto juga menambahkan bahwa berdasarkan analisis BMKG, wilayah Kalbar termasuk area Non-ZOM, dengan prakiraan sifat hujan pada Juni dan Juli yang normal hingga bawah normal, terutama di Kabupaten Kubu Raya. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya Karhutla seperti tahun sebelumnya.

Meski demikian, BMKG terus melakukan pemantauan titik panas di wilayah Kalbar untuk memitigasi terjadinya Karhutla. Dengan OMC, diharapkan lahan gambut kembali basah dan muka airnya meningkat sehingga tidak mudah terbakar.

"Harapan dari kegiatan OMC ini adalah terjaganya kebasahan lahan gambut di wilayah Provinsi Kalbar sehingga lahan gambut akan sulit terbakar ketika memasuki puncak musim kemarau," ungkap Seto.

Dalam pelaksanaan OMC di Kalbar, BMKG bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, BRGM, BPBD Kalbar, dan Pemprov Kalbar. Kegiatan ini didukung oleh armada CASA 212-200 milik Skadron 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Impor, Nindya Karya Bangun Tambak Garam di Rote Ndao
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Kejagung: Ada Keterlibatan...
Kejagung: Ada Keterlibatan Penyelenggara Negara di Kasus Korupsi Tambang Bauksit Kalbar
Rekomendasi
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Berita Terkini
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved