Kisah Tragis Raja Mataram dan Pengambilan Paksa Benda Pusaka oleh VOC Belanda
Jum'at, 28 Juni 2024 - 06:27 WIB
loading...
A
A
A
VOC menerima penyerahan Sunan Amangkurat III, tetapi dengan licik mereka menjanjikan sesuatu yang tidak pernah akan mereka tepati. Amangkurat III dijanjikan akan dikembalikan sebagai raja di Kartasura. Namun, ketika dia pergi untuk bertemu dengan pimpinan VOC di Surabaya, dia malah ditangkap dan dibawa ke penjara di Batavia.
Di Bukit Dungul, Adipati Blitar yang dikirim oleh Sunan Pakubuwana I meminta benda-benda pusaka Kartasura, termasuk baju Kiai Gondil, keris Kiai Balabar, dan bende Kiai Becak. Sunan Amangkurat III menolak memberikan pusaka tersebut, berjanji akan mengembalikannya jika dia kembali ke Kartasura. Janji ini tidak pernah terwujud.
Setelah ditangkap, Sunan Amangkurat III menghabiskan sisa hidupnya di penjara Batavia sebelum akhirnya dibawa ke Srilanka. Dia menghabiskan hari-harinya di sana hingga meninggal pada tahun 1734. Benda-benda pusaka Kartasura juga diambil oleh VOC dan dibawa ke Srilanka.
Keturunan Untung Surapati yang masih hidup terus melarikan diri ke hutan, menghindari kejaran musuh. Kejadian ini menandakan berakhirnya kekuasaan Untung Surapati dan putra-putranya di Pasuruhan, serta mengukuhkan penguasaan VOC Belanda di wilayah tersebut.
Kisah tragis ini tidak hanya menandai akhir dari perlawanan Sunan Amangkurat III tetapi juga menggambarkan bagaimana taktik licik VOC Belanda berhasil meruntuhkan salah satu kerajaan besar di Nusantara dan merebut benda-benda pusaka yang sangat berharga bagi warisan budaya bangsa.
Di Bukit Dungul, Adipati Blitar yang dikirim oleh Sunan Pakubuwana I meminta benda-benda pusaka Kartasura, termasuk baju Kiai Gondil, keris Kiai Balabar, dan bende Kiai Becak. Sunan Amangkurat III menolak memberikan pusaka tersebut, berjanji akan mengembalikannya jika dia kembali ke Kartasura. Janji ini tidak pernah terwujud.
Setelah ditangkap, Sunan Amangkurat III menghabiskan sisa hidupnya di penjara Batavia sebelum akhirnya dibawa ke Srilanka. Dia menghabiskan hari-harinya di sana hingga meninggal pada tahun 1734. Benda-benda pusaka Kartasura juga diambil oleh VOC dan dibawa ke Srilanka.
Keturunan Untung Surapati yang masih hidup terus melarikan diri ke hutan, menghindari kejaran musuh. Kejadian ini menandakan berakhirnya kekuasaan Untung Surapati dan putra-putranya di Pasuruhan, serta mengukuhkan penguasaan VOC Belanda di wilayah tersebut.
Kisah tragis ini tidak hanya menandai akhir dari perlawanan Sunan Amangkurat III tetapi juga menggambarkan bagaimana taktik licik VOC Belanda berhasil meruntuhkan salah satu kerajaan besar di Nusantara dan merebut benda-benda pusaka yang sangat berharga bagi warisan budaya bangsa.
(hri)
Lihat Juga :