alexametrics

Massa Bakar Rumah Terduga Pelaku Penikaman Mahasiswa di Manokwari

loading...
Massa Bakar Rumah Terduga Pelaku Penikaman Mahasiswa di Manokwari
Kasus penganiayaan berujung penikaman Yeri Rumbarar (25), mahasiswa Polbangtan Manokwari, Papua Barat berbuntut panjang. Sekelompok massa mendatangi rumah salah satu terduga pelaku dan membakarnya, Senin (29/4/2019).Foto iNews TV/Thias Chia
A+ A-
MANOKWARI - Kasus penganiayaan berujung penikaman Yeri Rumbarar (25), mahasiswa Polbangtan Manokwari, Papua Barat berbuntut panjang. Sekelompok massa mendatangi rumah salah satu terduga pelaku dan membakarnya, Senin (29/4/2019) sekitar pukul 15.00 WIT.

Rumah terduga pelaku penikaman berinisial KA (18) di Kompleks Fanindi Distrik Manokwari Barat ini, menjadi sasaran amukan massa. Beberapa diantaranya terlihat membawa berbagai jenis senjata tajam. Usai beraksi massa kemudian meninggalkan lokasi kejadian.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi mengatakan, aksi pembakaran rumah merupakan buntut kasus penganiayaan dan penikaman yang menewaskan Yeri Rumbarar, Minggu (28/4/2019).



“Kami masih menyelidiki kasus pembakaran rumah yang merupakan akumulasi dari penikaman mahasiswa di Manokwari,” jelasnya, Senin (29/4/2019).

Selain meminta keterangan sejumlah saksi mata dan memasang police line, polisi juga masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi aksi susulan.

Sejauh ini satu terduga pelaku penganiayaan dan penikaman (KA) sudah diamankan. Sementara empat terduga pelaku lain yang sudah dikantongi identitasnya sedang diburu tim Buser Polres Manokwari.

Yeri Rumbarar merupakan mahasiswa Polbangtan Jurusan Pertanian yang meninggal dunia akibat penganiayaan dan penikaman yang dilakukan lima orang, Minggu (28/4/2019) pukul 02.00 WIT.

Dia dianiaya saat hendak pulang ke kos-kosan, tepat di pertigaan lorong masuk bekas SMEA lama Kompleks Reremi Distrik Manokwari Barat. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit TNI AL Manokwari namun nyawanya tak tertolong.
(sms)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak