Kisah Asmara Gajah Mada dengan 3 Wanita yang Menggegerkan Majapahit

Selasa, 11 Juni 2024 - 10:15 WIB
loading...
A A A
Sepenggal cerita pengangkatan Gajah Mada, sebagai Mahapatih Amangkubhumi pada tahun 1258 Saka (1334 M) yang tercatat dalam kitab Pararaton, apabila diterjemahkan memiliki arti "Ia, Gajah Mada sebagai patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa, Gajah Mada berkata bahwa bila telah mengalahkan (menguasai) Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa, bila telah mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompu, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".

Sumpah tersebut, sempat menggemparkan seantero Nusantara. Kegemparan itu, termuat dalam tulisan sejarawan Slamet Muljana dalam "Tafsir Sejarah Nagarakretagama". Para petinggi kerajaan seperti Ra Kembar, Ra Banyak, Jabung Tarewes, dan Lembu Peteng merespons dengan negatif.

Resnpons negatif para petinggi kerajaan Majapahit tersebut, membuat Gajah Mada sangat marah karena ditertawakan. Analisa tersebut, juga dikuatkan oleh tulisan Muhammad Yamin dalam "Gajah Mada: Pahlawan Pemersatu Nusantara".

Dalam tulisannya, Yamin menyebutkan, Gajah Mada meninggalkan paseban dan terus pergi menghadap Batara Kahuripan, Tribhuana Tunggadewi. Sang mahapatih merasa sakit hati karena harus menghadapi rintangan dari petinggi kerajaan, untuk mewujudkan sumpahnya.

Berbagai intrik politik yang didasari oleh rasa tidak suka dan kedengkian, menjangkiti internal kerajaan Majapahit, utamanya di kalangan para petinggi kerajaan.

Meskipun dalam perjalanannya Gajah Mada, dibantu oleh Arya Tadah, ternyata Arya Tadah juga sempat ikut menertawakan sumpah yang diucapkan sang mahapatih.

Dalam tulisannya, Slamet Mujana menyebutkan, Arya Tadah atau Empu Krewes sebenarnya menyimpan rasa dengki terhadap Gajah Mada, karena dia tidak rela Gajah Mada menggantikan posisinya sebagai mahapatih di kerajaan Majapahit.

Di tengah badai intrik politik petinggi kerajaan Majapahit, Gajah Mada mulai mencoba mewujudkan sumpahnya untuk menyatukan Nusantara. Upaya itu dilakukan selama 21 tahun, yaitu pada tahun 1336-1357 Masehi.

Upaya penyatuan Nusantara itu, dilakukannya dengan menundukkan kerajaan-kerajaan yang berada di luar kekuasaan Majapahit, seperti Gurun (Lombok), Seram, Tanjung Pura (Kalimantan), Haru (Sumatera Utara), Pahang (Malaya), Dompo, Bali, Sunda, Palembang (Sriwijaya), dan Tumasik (Singapura). Dalam kitab Nagarakretagama pupuh 13 dan 14, nama-nama kerajaan yang ditundukkan lebih banyak dari pada yang disebutkan sumpahnya.

Penakhlukkan kerajaan-kerajaan di luar Majapahit, untuk mewujudkan Sumpah Palapa tersebut, terus dilakukan Gajah Mada saat raja Majapahit berganti dari Tribhuwanatunggadewi, ke Raja Hayam Wuruk (1350-1389).

Saat masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, Gajah Mada melakukan penakkhlukan kerajaan-kerajaan di wilayah timur, di antaranya Sukun, Taliwung, Logajah, Gurun, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwu, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Timor, Dompo, Wanin, dan Seran.

Sumber :
- Buku Kisah Cinta Gajah Mada, Grsta Bayuadhy, Cetakan Pertama, 2015.
- Wikipedia dan diolah dari berbagai sumber.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Love Scam Mengganas,...
Love Scam Mengganas, Detektif Jubun Ingatkan Bahaya Ini Mengintai
Rekomendasi
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved