Kasus Vina Cirebon, Ini Penjelasan Mantan Kapolri Da'i Bachtiar
Senin, 10 Juni 2024 - 19:12 WIB
loading...
Mantan Kapolri Jenderal Pol Dai Bachtiar meluruskan pemberitaan di medsos tentang kasus pembunuhan Vina Cirebon yang mendiskreditkan nama baik dan keliru. Foto/Okezone
A
A
A
CIREBON - Viral pemberitaan tentang kasus pembunuhan Vina Cirebon pada 27 Agustus 2026 silam yang hingga kini pengungkapan pelakunya belum tuntas dan menjadi perhatian masyarakat.
Sejumlah isu pun bermunculan dan berkembang. Salah satunya dikait-kaitkan dengan Brigjen Pel Adi Vivid Agustadi yang saat ini menjabat Wakapolda DIY.
Baca juga: Hampir 8 Tahun Berlalu, 3 Pembunuh dan Pemerkosa Vina di Cirebon Masih Bebas Berkeliaran
Dalam sejumlah unggahan yang viral di media sosial (medsos) disebutkan bahwa pada saat peristiwa pembunuhan Vina Cirebon terjadi, Kapolresta Cirebon Kota saat itu adalah AKBP Adi Vivid Agustadi.
Diungkapkan juga bahwa Adi Vivid Agustadi merupakan putra mantan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar sehingga berita menjadi semakin menarik minat publik mengikutinya.
"Berdasarkan hasil penelusuran data di media serta cross check dengan beberapa pihak, diperoleh keterangan yang sangat tidak sesuai dengan berita berita di medsos," kata Da'i Bachtiar dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (10/6/2024).
Sejumlah isu pun bermunculan dan berkembang. Salah satunya dikait-kaitkan dengan Brigjen Pel Adi Vivid Agustadi yang saat ini menjabat Wakapolda DIY.
Baca juga: Hampir 8 Tahun Berlalu, 3 Pembunuh dan Pemerkosa Vina di Cirebon Masih Bebas Berkeliaran
Dalam sejumlah unggahan yang viral di media sosial (medsos) disebutkan bahwa pada saat peristiwa pembunuhan Vina Cirebon terjadi, Kapolresta Cirebon Kota saat itu adalah AKBP Adi Vivid Agustadi.
Diungkapkan juga bahwa Adi Vivid Agustadi merupakan putra mantan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar sehingga berita menjadi semakin menarik minat publik mengikutinya.
"Berdasarkan hasil penelusuran data di media serta cross check dengan beberapa pihak, diperoleh keterangan yang sangat tidak sesuai dengan berita berita di medsos," kata Da'i Bachtiar dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (10/6/2024).
Lihat Juga :