Legenda Surawisesa, Istana Megah Kerajaan Sunda di Astanagede Kawali
Selasa, 04 Juni 2024 - 05:45 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini memberikan kemungkinan bahwa Prabu Wastu memerintah di Kawali, dan setelah meninggal, lalu digantikan oleh anaknya yang bernama Rahyang Ningrat Kancana. Pada prasasti Kebantenan atau Rahyang Dewa Niskala pada prasasti Batutulis.
Baca Juga: Kisah Keke Panagian: Legenda dari Minahasa Sulawesi Utara
Nama Rahyang Ningrat Kancana pada prasasti Kebantenan disebutkan sebagai tokoh yang digantikan oleh Susuhunan di Pakwan Pajajaran (...make nguni ka susuhunan ayona di pakwan pajajaran...).
Hingga dapat ditentukan bahwa Susuhunan itu adalah Sri Baduga Maharaja yang disebutkan pada prasasti Batutulis.
Menurut prasasti Batutulis, Rahyang Niskala Wastu Kañcana dimakamkan di Nusalarang, sedangkan Rahyang Dewa Niskala di Gunatiga.
Berita ini tidak bertentangan dengan Carita Parahyangan, yang menyebutkan bahwa Prěbu Niskala Wastu Kañcanasurup di nusalarang ring giri wanakusumah, sedangkan penggantinya nu surup di gunungtilu, yang dipusarakan di Gunungtilu.
Di dalam Carita Parahyangan, tokoh Dewa Niskala atau Ningrat Kañcana ini tidak disebutkan namanya, tetapi dikatakan sebagai Tohaan di Galuh (= Yang Dipertuan di Galuh).
Baca Juga: Kisah Keke Panagian: Legenda dari Minahasa Sulawesi Utara
Nama Rahyang Ningrat Kancana pada prasasti Kebantenan disebutkan sebagai tokoh yang digantikan oleh Susuhunan di Pakwan Pajajaran (...make nguni ka susuhunan ayona di pakwan pajajaran...).
Hingga dapat ditentukan bahwa Susuhunan itu adalah Sri Baduga Maharaja yang disebutkan pada prasasti Batutulis.
Menurut prasasti Batutulis, Rahyang Niskala Wastu Kañcana dimakamkan di Nusalarang, sedangkan Rahyang Dewa Niskala di Gunatiga.
Berita ini tidak bertentangan dengan Carita Parahyangan, yang menyebutkan bahwa Prěbu Niskala Wastu Kañcanasurup di nusalarang ring giri wanakusumah, sedangkan penggantinya nu surup di gunungtilu, yang dipusarakan di Gunungtilu.
Di dalam Carita Parahyangan, tokoh Dewa Niskala atau Ningrat Kañcana ini tidak disebutkan namanya, tetapi dikatakan sebagai Tohaan di Galuh (= Yang Dipertuan di Galuh).
Lihat Juga :