Kinarya Anak Bangsa Paparkan Program Nandur Tuk Banyu di World Water Forum Bali
Senin, 03 Juni 2024 - 09:50 WIB
loading...
Kinarya Anak Bangsa menginisiasi program merawat lingkungan dengan melakukan konservasi air dalam World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali. Foto/Istimewa
A
A
A
BALI - Kinarya Anak Bangsa, yayasan yang menginisiasi program merawat lingkungan dengan melakukan konservasi air, turut terlibat dalam World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada 18-25 Mei 2024.
Mereka diundang hadir, salah satunya untuk berbicara dalam side event WWF 2024 tentang program konservasi air yang didorong Kinarya Anak Bangsa, yakni Nandur Tuk Banyu, Menanam Mata Air atau Waterspring Planting.
”Alam Bijak dan Kinarya Anak Bangsa mendapatkan kolaborasi dengan berbagai pihak di dalam World Water Forum di 2024,” kata pendiri Kinarya Anak Bangsa Rosita Yuwanasari Suwardi Wibawa dalam keterangannya, Senin (3/6/2024).
Baca Juga: Indonesia Dorong Pembentukan Global Water Fund di World Water Forum ke-10
Di hari pertama WWF, Alam Bijak dan Kinarya Anak Bangsa terlibat dalam pembahasan multipihak untuk dashboard sistem pangan Indonesia. Lalu pada hari kedua, Kinarya Anak Bangsa bersama dengan jejaring mengisi side event di paviliun Prancis.
Di sana berbagi pengalaman bagaimana Nandur Tuk Banyu dilakukan dan tantangan-tantangannya. “Hari ketiga Kinarya Anak Bangsa ke arah Buleleng untuk bertemu dengan para pihak yang akan bekerja sama di bidang moringa oleifera atau kelor,” ujarnya.
Baca Juga: RI Gunakan World Water Forum Ke-10 untuk Wujudkan Listrik Murah
Mereka diundang hadir, salah satunya untuk berbicara dalam side event WWF 2024 tentang program konservasi air yang didorong Kinarya Anak Bangsa, yakni Nandur Tuk Banyu, Menanam Mata Air atau Waterspring Planting.
”Alam Bijak dan Kinarya Anak Bangsa mendapatkan kolaborasi dengan berbagai pihak di dalam World Water Forum di 2024,” kata pendiri Kinarya Anak Bangsa Rosita Yuwanasari Suwardi Wibawa dalam keterangannya, Senin (3/6/2024).
Baca Juga: Indonesia Dorong Pembentukan Global Water Fund di World Water Forum ke-10
Di hari pertama WWF, Alam Bijak dan Kinarya Anak Bangsa terlibat dalam pembahasan multipihak untuk dashboard sistem pangan Indonesia. Lalu pada hari kedua, Kinarya Anak Bangsa bersama dengan jejaring mengisi side event di paviliun Prancis.
Di sana berbagi pengalaman bagaimana Nandur Tuk Banyu dilakukan dan tantangan-tantangannya. “Hari ketiga Kinarya Anak Bangsa ke arah Buleleng untuk bertemu dengan para pihak yang akan bekerja sama di bidang moringa oleifera atau kelor,” ujarnya.
Baca Juga: RI Gunakan World Water Forum Ke-10 untuk Wujudkan Listrik Murah
Lihat Juga :