alexametrics

Banjir Bandang Jayapura

Kodam Cenderawasih Sebut Jumlah Korban Meninggal 73 Orang, Hilang 43

loading...
Kodam Cenderawasih Sebut Jumlah Korban Meninggal 73 Orang, Hilang 43
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Jayapura, Provinsi Papua. Foto/Dok BNPB
A+ A-
JAYAPURA - Kodam XVII/Cenderawasih menyebut hingga pukul 20.00 WIT, jumlah korban bencana banjir bandang di Jayapura sudah mencapai 73 orang meninggal dunia. Rinciannya, di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura sebanyak 66 orang; dan Distrik Ampera, Kota Jayapura sebanyak 7 orang.

Data itu berdasarkan laporan dari Posko Induk Penanggulangan Bencana Gunung Merah Kantor Bupati Jayapura. Untuk jumlah korban yang belum ditemukan, yakni sebanyak 43 orang, rinciannya di Kampung Milimik Sentani sebanyak 34 orang, Komplek Perumahan Inauli Advent enam orang, dan Doyo Baru tiga orang.

Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 4.153 orang. Rinciannya, di BTN Gajah Mada 1.450 orang, BTN Bintang Timur 600 orang, Doyo Baru 203 orang, HIS 400 orang, Posko Induk Gunung Merah 1.200 orang, dan SIL Sentani 300 orang.



"Untuk data kerusakan materil, yakni 350 rumah rusak berat, 211 rumah terendam, tiga jembatan rusak berat, dan delapan drainase rusak berat," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf M Aidi Nubic, Minggu (17/3/2019).

Menurut dia, sejumlah tim evakuasi dari personel TNI AD Kodam XVII/Cenderawasih sudah dikerahkan untuk terjun membantu evakuasi korban bencana banjir bandang dan longsor di Jayapura.

Selain membantu proses evakuasi, TNI juga menyediakan posko-posko pengungsian yang di beberapa tempat, diantaranyaa di Bintang Timur, perumahan Gajah Mada, dan di halaman sekolah HIS. ā€œPosko yang disebar bermaksud agar setiap korban yang masuk dapat diberikan penanganan dengan cepat,ā€ katanya.

Sekitar 25 dokter sudah berada di lokasi yang disebar di beberapa posko-posko dan telah dibuat dapur lapangan.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak