alexametrics

Video Adu Jotos Diduga Oknum Polisi dengan TNI Viral di Medsos

loading...
Video Adu Jotos Diduga Oknum Polisi dengan TNI Viral di Medsos
Video perkelahian yang di upload di media sosial dan youtube menghebohkan netizen dimana perkelahian di jalan raya tersebut diduga melibatkan oknum anggota TNI dan personel Polri. Foto Ist
A+ A-
Video perkelahian yang di upload di media sosial dan youtube menghebohkan netizen dimana perkelahian di jalan raya tersebut diduga melibatkan oknum anggota TNI dan personel Polri. Video amatir yang diupload di media sosial dengan durasi berbeda mulai dari satu menit lebih dan empat belas detik itu memperlihatkan tiga orang adu jotos di jalan raya.

Sejak beredar di jejaring sosial Facebook serta beberapa group WhatsApp serta youtube video perkelahian yang diduga melibatkan seorang anggota TNI dan dua orang anggota Polri telah menjadi sorotan publik dan sudah dilihat ratusan netizen.

Dalam video yang direkam warga tersebut terlihat tiga orang saling adu pukul beruntung beberapa warga dibantu petugas yang melintas ikut melerai perkelahian tersebut. Aparat yang terlibat perkelahian itu kini telah diamankan oleh masing - masing institusi kesatuan untuk menjalani pemeriksaan secara tertutup dan didamaikan.

Belum diketahui pasti pemicu perkelahian menurut informasi yang dihimpun dari masyarakat lokasi insiden perkelahian terjadi di Jalan Diponegoro,Kelurahan Ilir Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara.



Dari akun media sosial Polres Nias dan jajaran dijelaskan bahwa perkelahian tersebut hanya selisih paham yang terjadi antara oknum anggota Polri dan oknum anggota TNI dan telah dimediasi di markas Kodim 0213/Nias pada hari itu juga sekitar pukul 16.00 WIB sehingga kedua belah pihak saling memaafkan. Selain itu turut diupload foto foto saat dilakukan mediasi antara kedua belah pihak.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak