Sejarah Kerajaan Sunda Galuh, Dua Pecahan Tarumanagara yang Disatukan Mataram Kuno
Rabu, 22 Mei 2024 - 06:12 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengelilingi Pulau Jawa, kemudian catatan perjalanan Tome Pires (1513), serta prasasti di Bogor dan Sukabumi.
Dari sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa Kerajaan Sunda-Galuh yang bermula dari pemerintahan Sanjaya hingga Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1042) lebih dikenal dengan Kerajaan Sunda.
Baca Juga: Kerajaan Aru, Riwayat Negeri Perompak Penguasa Selat Malaka Abad 13 M
Selama keberlangsungannya, Kerajaan Sunda dikuasai oleh 33 raja yang berkuasa secara berurutan.
Adapun raja-raja Sunda tersebut, di awali Sanjaya, berlanjut ke Tamperan Barmawijaya (732-739), Rakryan Banga (739-766), Rakryan Medang Prabu Hulukujang (766-783), Prabu Gilingwesi (783-795), Pucukbumi Darmeswara (795-819), dan Prabu Gajah Kulon Rakryan Wuwus (819-891).
Selanjutnya, ada Prabu Darmaraksa (891-895), Windusakti Prabu Dewageng (895-913), Rakryan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi (913-916), Rakryan Jayagiri Prabu Wanayasa (916-942), Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa (942-954), dan Limbur Kancana (954-964).
Dari sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa Kerajaan Sunda-Galuh yang bermula dari pemerintahan Sanjaya hingga Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1042) lebih dikenal dengan Kerajaan Sunda.
Baca Juga: Kerajaan Aru, Riwayat Negeri Perompak Penguasa Selat Malaka Abad 13 M
Selama keberlangsungannya, Kerajaan Sunda dikuasai oleh 33 raja yang berkuasa secara berurutan.
Adapun raja-raja Sunda tersebut, di awali Sanjaya, berlanjut ke Tamperan Barmawijaya (732-739), Rakryan Banga (739-766), Rakryan Medang Prabu Hulukujang (766-783), Prabu Gilingwesi (783-795), Pucukbumi Darmeswara (795-819), dan Prabu Gajah Kulon Rakryan Wuwus (819-891).
Selanjutnya, ada Prabu Darmaraksa (891-895), Windusakti Prabu Dewageng (895-913), Rakryan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi (913-916), Rakryan Jayagiri Prabu Wanayasa (916-942), Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa (942-954), dan Limbur Kancana (954-964).
Lihat Juga :