Kisah Lucu Kolonel Ihin Jadi Pangdam Gegara Tidur Ngorok Dengar Pidato Panglima TNI
Kamis, 16 Mei 2024 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Usai tragedi nasional itu, Menpangad Letjen Soeharto mengakhiri jabatan Jusuf sebagai pangdam.Bagi Jusuf, Solihin bukan orang asing. Guru SSKAD kurun 1954-1956 di Bandung merupakan perwira tempur dalam operasi penumpasan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.
Itu operasi militer panjang yang dipimpin Jusuf sebagai pemegang tongkat komando teritorial Sulsel. Saat Soeharto menanyakan calon penggantinya, Jusuf merekomendasikan nama Solihin GP untuk menggantikannya.
Kendati demikian, Jusuf tak sekalipun memberitahukan hal tersebut kepada bawahannya itu. Tidak heran Solihin ogah-ogahan ketika hendak diajak ke Jakarta. Namun siapa sangka nasib Solihin GP mulai berubah dari sini.
“Ah, tidak usah saja Pak. Itu kan acara untuk Bapak,” kata Solihin dikisahkan Atmadji Sumarkidjo dalam buku 'Jenderal M Jusuf: Panglima Para Prajurit', dikutip SINDOnews, Kamis (16/5/2024).
Baca Juga: Kisah Letjen KKO Hartono, Jenderal Loyalis Soekarno yang Mati Misterius di Orde Baru
Jusuf tentu saja tidak mau ajakannya ditepis. Dia kembali memerintahkan tegas. “Tidak, kau harus ikut,” kata mantan ajudan pendiri Kesko TT (cikal bakal Kopassus) Kolonel Alex Kawilarang ini.
Tiba di Jakarta, Solihin ternyata tidak dibawa lebih dulu ke rumah Jusuf atau penginapan. Dia langsung diajak ke tempat acara syukuran. Apa mau dikata, rasa capek dan kantuk yang hebat menderanya.
Begitu Jusuf mulai ke podium dan berpidato, Solihin yang duduk di kursi tamu undangan tertidur pulas. Sebelum matanya benar-benar terpejam, pria berdarah Sunda ini sayup-sayup mendengar isi pidato.
Kepada para hadirin, Jusuf memberitahukan tugasnya sebagai Pangdam Hasanuddin telah berakhir. Selanjutnya dia akan bertugas penuh di Jakarta sebagai menteri Bung Karno. Jusuf lantas menyinggung calon penerusnya di Makassar. Siapa dia?
Itu operasi militer panjang yang dipimpin Jusuf sebagai pemegang tongkat komando teritorial Sulsel. Saat Soeharto menanyakan calon penggantinya, Jusuf merekomendasikan nama Solihin GP untuk menggantikannya.
Kendati demikian, Jusuf tak sekalipun memberitahukan hal tersebut kepada bawahannya itu. Tidak heran Solihin ogah-ogahan ketika hendak diajak ke Jakarta. Namun siapa sangka nasib Solihin GP mulai berubah dari sini.
“Ah, tidak usah saja Pak. Itu kan acara untuk Bapak,” kata Solihin dikisahkan Atmadji Sumarkidjo dalam buku 'Jenderal M Jusuf: Panglima Para Prajurit', dikutip SINDOnews, Kamis (16/5/2024).
Baca Juga: Kisah Letjen KKO Hartono, Jenderal Loyalis Soekarno yang Mati Misterius di Orde Baru
Jusuf tentu saja tidak mau ajakannya ditepis. Dia kembali memerintahkan tegas. “Tidak, kau harus ikut,” kata mantan ajudan pendiri Kesko TT (cikal bakal Kopassus) Kolonel Alex Kawilarang ini.
Tiba di Jakarta, Solihin ternyata tidak dibawa lebih dulu ke rumah Jusuf atau penginapan. Dia langsung diajak ke tempat acara syukuran. Apa mau dikata, rasa capek dan kantuk yang hebat menderanya.
Begitu Jusuf mulai ke podium dan berpidato, Solihin yang duduk di kursi tamu undangan tertidur pulas. Sebelum matanya benar-benar terpejam, pria berdarah Sunda ini sayup-sayup mendengar isi pidato.
Kepada para hadirin, Jusuf memberitahukan tugasnya sebagai Pangdam Hasanuddin telah berakhir. Selanjutnya dia akan bertugas penuh di Jakarta sebagai menteri Bung Karno. Jusuf lantas menyinggung calon penerusnya di Makassar. Siapa dia?
Lihat Juga :