BMKG: Rentetan Gempa Tingkatkan Potensi Bencana Longsor di Sumbar
Rabu, 15 Mei 2024 - 07:33 WIB
loading...
Basarnas masih melakukan pencarian orang hilang akibat bencana banjir lahar dingin yang terjadi di Sumatera Barat. Hingga saat ini tercatat 22 korban hilang. FOTO/DOK.MPI
A
A
A
TANAH DATAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan rentetan aktivitas gempa dalam sebulan terakhir atau periode April hingga Mei 2024 memperbesar kerawanan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar).
“Perkembangan di Sumbar sejak April hingga Mei 2024, hasil monitoring BMKG menunjukkan aktivitas gempa dangkal atau shallow crustal menunjukkan tingkat aktivitas cukup signifikan karena banyaknya aktivitas yang terjadi,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, Rabu (15/5/2024).
Baca Juga: Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor di Sumbar Bertambah, 50 Orang Tewas, 14 Hilang
BMKG mencatat bahwa dalam sebulan terakhir terjadi 35 kali gempa yang berada di jalur sesar besar Sumatera. “Kami menghitung gempa yang terjadi pada periode tersebut sebanyak lebih dari 35 kali, ini terjadi cukup banyak dan kebanyakan berada di jalur sesar besar Sumatera.”
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir lahar dingin dan longsor menerjang enam Kabupaten dan Kota di Sumbar menyebabkan 50 orang meninggal dunia. Selain itu, 27 orang hilang masih dinyatakan hilang, 37 orang luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi.
“Perkembangan di Sumbar sejak April hingga Mei 2024, hasil monitoring BMKG menunjukkan aktivitas gempa dangkal atau shallow crustal menunjukkan tingkat aktivitas cukup signifikan karena banyaknya aktivitas yang terjadi,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya, Rabu (15/5/2024).
Baca Juga: Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor di Sumbar Bertambah, 50 Orang Tewas, 14 Hilang
BMKG mencatat bahwa dalam sebulan terakhir terjadi 35 kali gempa yang berada di jalur sesar besar Sumatera. “Kami menghitung gempa yang terjadi pada periode tersebut sebanyak lebih dari 35 kali, ini terjadi cukup banyak dan kebanyakan berada di jalur sesar besar Sumatera.”
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir lahar dingin dan longsor menerjang enam Kabupaten dan Kota di Sumbar menyebabkan 50 orang meninggal dunia. Selain itu, 27 orang hilang masih dinyatakan hilang, 37 orang luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi.
Lihat Juga :