alexametrics

Jembatan Gantung di Merangin Ancam Keselamatan Warga

loading...
Jembatan Gantung di Merangin Ancam Keselamatan Warga
Seorang warga nyaris jatuh ke sungai saat melintasi jembatan gantung yang dinilai tidak layak lagi. Foto/Nanang Fahrurozi
A+ A-
MERANGIN - Kondisi jembatan gantung di Desa Lantak Seribu Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi, benar-benar memprihatinkan. Jika tak segera diperbaiki, jembatan ini bisa mengancam keselamatan warga yang melintas.

Jembatan tersebut dinilai tidak layak lagi, apalagi kebun sawit warga Lantak Seribu berada di seberang jembatan sehingga saat panen sawit tiba masyarakat harus membawa buah sawit lewat jembatan yang kondisinya sudah rapuh dan berbahaya itu. (Baca Juga: Jembatan Gantung Putus, Puluhan Warga Jatuh ke Sungai)

Warga sering terjatuh di lantai jembatan gantung tersebut, seperti dialami Mumuh (34) salah satu warga Lantak Seribu. Dia harus mendapatkan perawatan medis akibat tertimpa sepeda motornya saat melintas di jembatan gantung tersebut.



"Jembatan gantung ini tidak layak lagi, dan harus diganti jembatan besar yang bisa dilewati kendaraan roda 4. Sebab kebun warga berada di seberang jembatan, sehingga saat panen sawit warga terpaksa melansirnya dengan sepeda motor," kata Mumuh Selasa (6/2/2019).

Jika warga ingin mengambil hasil panen terkadang harus menempuh jalan yang jaraknya cukup jauh. Selama ini warga sudah menderita akibat tidak ada jembatan di sana, Apalagi roda perekonomian warga yakni sebagai petani sawit.

"Kalau ada jembatan besar yang bisa dilewati kendaraan roda empat, Maka perekonomian warga menjadi baik,” tambahnya. (Baca Juga: Jembatan Gantung di Simalungun Rusak Parah, Kemana Bupati?)

Warga sangat berharap Pemerintah Kabupaten Merangin maupun Pemprov Jambi membangun jembatan permanen yang layak. "Ya, jangan sampai ada korban jiwa baru jembatan itu diganti,” tutup Mumuh.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak