DPRD Parepare Didorong Lahirkan Perda Elpiji Bersubsidi

Selasa, 18 Agustus 2020 - 15:50 WIB
loading...
DPRD Parepare Didorong...
DPRD Parepare saat mendengarkan masukan sejumlah pihak terkait dengan penyaluran elipiji di Parepare. Foto: Sindonews/Darwiaty Dalle
A A A
PAREPARE - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare didorong untuk melahirkan peraturan daerah (Perda), penyaluran gas elpiji bersubsidi ukuran 3Kg di tengah masyarakat.

Hal ini muncuul saat mendengarkan aspirasi sejumlah pihak seperti puluhan pengurus Laskar Merah Putih (LMP) Parepare, Dinas Perdagangan, perwakilan SPBBE, dan agen Pertamina (Hiswana Migas), Selasa, (18/8/2020).

Baca Juga: Orang Tua Siswa Mengeluh, DPRD Parepare Panggil Kadisdik dan Kepsek

Wakil Ketua DPRD Parepare , Tasming Hamid meminta Dins Perindag akan mengawasi secara ketat. Pengkalan-pangkalan yang nakal agar diedukasi terkait elpiji melon hanya untuk msyarakat miskin.

"Jika ditemukan ada pangkalan yang nakal, seperti menjual ke luar Parepare akan dicabut izin usahanya," tegasnya.

Dalam hearing itu, juga mendorong lahirnya Perda atau Perwali untuk mempertegas penyaluran gas elpiji tersebut.

"Jika ternyata dari hasil pengawasan ada temuan, dan jika diperlukan kita akan terbitkan Perda atau Perwali," tandas Tasmin

Ketua LMP Parepare, Syamsul Latanro menegaskan, hearing bersama seluruh pihak terkait menyusul kelangkaan gas melon yang terjadi sejak sepekan terakhir. Syamsul mengatakan, LMP bergerak karena dorongan hati nurani atas keluhan masyarakat.

"Kami (LMP Parepare) sedikit terusik karena masyarakat lapis bawah mengeluh atas kelangkaan distribusi elpiji. Inilah yang mendasari sehingga kami datang untuk mencari solusi," katanya.

Dari pantauan pihaknya, kata Syamsul, diduga kelangkaan gas elpiji ini akibat adanya oknum yang menjual ke luar daerah, dan ada juga menjual di atas harga, bahkan dijual hingga Rp25 ribu pertabung. (Baca Juga: DPRD Parepare Gelar Konsultasi Publik 3 Ranperda)

Sekretaris Dinas Perdagangan Parepare, St Rahmah mengatakan, kelangkaan gas elpiji berdasarkan pantauan di lapangan yang dilakukan pihaknya, dipicu sindrom yang disebut panic buying atau membeli barang dalam jumlah banyak oleh oknum tertentu akibat panik pada momen tertentu.

"Terjadi panic buying pada momen hari-hari besar, juga disebabkan hajatan. Untuk pelaksanaan akiqah misalnya, butuh 15 tabung, nikah 25 tabung. Jika terjadi musim kemarau, terjadi pendistribusian untuk irigasi dan peternakan," jabar St Rahmah.

Pihaknya, kata Rahmah, akan melakukan pengawasan ketat bersama stakeholder untuk menghindari kelangkaan gas elpiji.

"Kami juga telah melakukan operasi pasar gas elpiji 2.220 di permukiman padat penduduk," katanya.

Baca Juga: DPRD Kota Parepare Gelar Paripurna 3 Ranperda
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyebab Kebakaran SPBE...
Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Akibat Kebocoran saat Mengisi Tabung Besar
Bupati Aceh Utara Ungkap...
Bupati Aceh Utara Ungkap Elpiji 3 Kg Masih Langka Pascabencana
DPRD DKI Jakarta Setuju...
DPRD DKI Jakarta Setuju 4 Ranperda Strategis Termasuk Kawasan Tanpa Rokok
Wakil Sekretaris Fraksi...
Wakil Sekretaris Fraksi PDIP Jakarta Minta Bahlil Tak Buat Gaduh Akibat Kelangkaan Elpiji 3 Kg
Gaduh Distribusi Elpiji...
Gaduh Distribusi Elpiji 3 Kg, Teriakan Emak-emak: Satu KTP Satu Gas!
Sistem Baru Penjualan...
Sistem Baru Penjualan Gas Elpiji 3 Kg, Warga Bekasi: Normal Lagi Saja, Biar Kita Nggak Ribet Nyarinya!
UMKM Terdampak Kenaikan...
UMKM Terdampak Kenaikan Harga Gas Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi Ini
Bahlil Buka Suara Soal...
Bahlil Buka Suara Soal Kenaikan Harga LPG 12 Kg: Pemerintah Hanya Jamin Gas Subsidi
LPG Masih Impor 70%,...
LPG Masih Impor 70%, Bahlil Minta Masyarakat Tidak Boros
Rekomendasi
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Berita Terkini
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved