Survei LSI : Warga Sultra Lebih Pilih Aspek Kemampuan, ASR Elektabilitas Tertinggi
Selasa, 30 April 2024 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
Terkait dengan pemilihan etnis, mayoritas etnis di Sulawesi Tenggara lebih memilih calon berdasarkan kemampuan ekonomi, kecuali etnis Tolaki yang memiliki tingkat dukungan terendah. Etnis Bugis menunjukkan tingkat dukungan tertinggi dengan 80,7%.
Dari sisi geografis, dalam memilih calon gubernur, mayoritas dapil di Sulawesi Tenggara menunjukkan preferensi terhadap kandidat yang dianggap mampu menyelesaikan masalah ekonomi. Dapil 1 memimpin dengan persentase 82%.
Sementara itu, dalam tracking elektabilitas calon gubernur, Andi Sumangerukka (ASR) berhasil menempati posisi tertinggi dengan 15,4%, diikuti oleh Ridwan Bae dengan 11,2%. Namun, masih ada 31,7% pemilih yang belum memutuskan pilihannya.
Ikrama Masloman menarik empat kesimpulan utama dari hasil survei tersebut. Pertama, atribut kemampuan ekonomi menjadi prioritas utama bagi mayoritas pemilih, sedangkan faktor identitas etnis memiliki dampak yang minim. Kedua, isu utama terkait kemampuan ekonomi berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Ketiga, elektabilitas calon gubernur masih relatif stabil, dengan ASR memimpin, namun terdapat dinamika suara. Keempat, pentingnya menghindari strategi politik yang mengedepankan isu primordial, karena dapat berpotensi memunculkan sentimen negatif di masyarakat.
Dari sisi geografis, dalam memilih calon gubernur, mayoritas dapil di Sulawesi Tenggara menunjukkan preferensi terhadap kandidat yang dianggap mampu menyelesaikan masalah ekonomi. Dapil 1 memimpin dengan persentase 82%.
Sementara itu, dalam tracking elektabilitas calon gubernur, Andi Sumangerukka (ASR) berhasil menempati posisi tertinggi dengan 15,4%, diikuti oleh Ridwan Bae dengan 11,2%. Namun, masih ada 31,7% pemilih yang belum memutuskan pilihannya.
Ikrama Masloman menarik empat kesimpulan utama dari hasil survei tersebut. Pertama, atribut kemampuan ekonomi menjadi prioritas utama bagi mayoritas pemilih, sedangkan faktor identitas etnis memiliki dampak yang minim. Kedua, isu utama terkait kemampuan ekonomi berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Ketiga, elektabilitas calon gubernur masih relatif stabil, dengan ASR memimpin, namun terdapat dinamika suara. Keempat, pentingnya menghindari strategi politik yang mengedepankan isu primordial, karena dapat berpotensi memunculkan sentimen negatif di masyarakat.
(hri)
Lihat Juga :