Survei LSI : Warga Sultra Lebih Pilih Aspek Kemampuan, ASR Elektabilitas Tertinggi

Selasa, 30 April 2024 - 15:21 WIB
loading...
Survei LSI : Warga Sultra...
Peneliti senior LSI Denny JA, Ikrama Masloman dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Horison Kendari. Foto/Ist
A A A
KENDARI - Hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan pergeseran paradigma politik di Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam survei yang melibatkan 800 responden dari berbagai Kabupaten/Kota di wilayah tersebut, LSI menemukan bahwa mayoritas warga Sulawesi Tenggara lebih memilih calon pemimpin berdasarkan kemampuan ekonomi daripada faktor identitas etnis.

Dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Horison Kendari, peneliti senior LSI Denny JA, Ikrama Masloman, menyampaikan bahwa 65,6% pemilih menginginkan gubernur yang mampu menyelesaikan masalah ekonomi, tanpa mempertimbangkan latar belakang etnis calon. Hanya sebesar 10,5% yang memilih berdasarkan faktor etnis.

"Hasil survei menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan masalah ekonomi menjadi prioritas utama bagi pemilih Sulawesi Tenggara," kata Ikrama.

Pada segmen gender, lebih dari 60% pemilih, baik laki-laki maupun perempuan, lebih memilih calon gubernur berdasarkan kemampuan ekonomi. Namun, terdapat perbedaan tipis dimana laki-laki sedikit lebih cenderung memilih atas dasar kemampuan ekonomi dibandingkan perempuan.

Baca Juga: MA Diskon 1,5 Tahun Vonis Penjara Bekas Cagub Sultra dan Anaknya

Sementara itu, dalam kategori usia, pemilih muda dan milenial menunjukkan dukungan tertinggi terhadap kandidat yang mampu menyelesaikan masalah ekonomi. Angka tersebut mencapai 76,7% untuk usia 30-39 tahun.

Menariknya, semakin tinggi tingkat pendidikan dan pendapatan, semakin besar pula kecenderungan pemilih memilih calon berdasarkan kemampuan ekonomi. Hal ini tercermin dari data bahwa pemilih dengan latar belakang pendidikan tinggi memiliki persentase dukungan terbesar terhadap kandidat yang dianggap mampu mengatasi masalah ekonomi.

Terkait dengan pemilihan etnis, mayoritas etnis di Sulawesi Tenggara lebih memilih calon berdasarkan kemampuan ekonomi, kecuali etnis Tolaki yang memiliki tingkat dukungan terendah. Etnis Bugis menunjukkan tingkat dukungan tertinggi dengan 80,7%.

Dari sisi geografis, dalam memilih calon gubernur, mayoritas dapil di Sulawesi Tenggara menunjukkan preferensi terhadap kandidat yang dianggap mampu menyelesaikan masalah ekonomi. Dapil 1 memimpin dengan persentase 82%.

Sementara itu, dalam tracking elektabilitas calon gubernur, Andi Sumangerukka (ASR) berhasil menempati posisi tertinggi dengan 15,4%, diikuti oleh Ridwan Bae dengan 11,2%. Namun, masih ada 31,7% pemilih yang belum memutuskan pilihannya.

Ikrama Masloman menarik empat kesimpulan utama dari hasil survei tersebut. Pertama, atribut kemampuan ekonomi menjadi prioritas utama bagi mayoritas pemilih, sedangkan faktor identitas etnis memiliki dampak yang minim. Kedua, isu utama terkait kemampuan ekonomi berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Ketiga, elektabilitas calon gubernur masih relatif stabil, dengan ASR memimpin, namun terdapat dinamika suara. Keempat, pentingnya menghindari strategi politik yang mengedepankan isu primordial, karena dapat berpotensi memunculkan sentimen negatif di masyarakat.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa M4,5 Guncang Kendari,...
Gempa M4,5 Guncang Kendari, Berpusat di Darat Akibat Sesar Aktif
Warga Kendari Bersyukur...
Warga Kendari Bersyukur Terima Daging Kurban dari Partai Perindo
Tanggapi Pilgub 2029,...
Tanggapi Pilgub 2029, Gubernur Sultra ASR Pilih Fokus Tuntaskan Program Kerja
BSKDN Gelar Rakor Regional...
BSKDN Gelar Rakor Regional di Kendari Perkuat Implementasi Program Prioritas Nasional
3.517 Warga Terdampak...
3.517 Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari, 2 Orang Meninggal Dunia
4 Langkah Penyelesaian...
4 Langkah Penyelesaian Sengketa Perbatasan Pulau Kawi-Kawia di Sultra dan Sulsel
Terseret Dugaan Korupsi...
Terseret Dugaan Korupsi APBD, Mantan Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK
Survei LSI Denny JA:...
Survei LSI Denny JA: Mayoritas Publik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Tidak Percaya DPRD,...
Tidak Percaya DPRD, Mayoritas Responden Survei LSI Denny JA Ingin Pilkada Langsung
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved