Hilang Kendali saat Menyalip, Pikap Tabrak Bus di Nagreg, Sopir Tewas Terjepit

Selasa, 18 Agustus 2020 - 09:32 WIB
loading...
Hilang Kendali saat...
Tim rescue Basarnas Bandung mengevakuasi sopir pikap terjepit bodi kendaraan. Korban tewas setelah kendaraannya bertabrakan dengan bus. Foto/SINDOnews/Humas Basarnas Bandung
A A A
BANDUNG - Sopir mobil pikap Grand Max nopol D 8185 EZ tewas akibat kendaraannya bertabrakan dengan bus nopol B 7222 IS di Jalan Raya Bandung-Garut, Kampung Margaluyu RT 4/1, Desa Ganjar Sabar, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Selasa (18/8/2020) sekitar pukul 00.00 WIB.

Setelah bertabrakan dengan mobil pikap, bus oleng ke kiri dan menabrak motor F 2931 HI yang sedang di parkir di trotoar.

Sementara, pengemudi mobil pikap tewas di lokasi kejadian akibat benturan keras dan terjepit bodi kendaraan.

Jenazah korban yang belum diketahui identitasnya itu berhasil dievakuasi oleh tim rescue dari Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Bandung sekitar pukul 01.30 WIB. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Cicalengka.

Setelah mendapatkan informasi terkait kecelakaan di Jalan Raya Bandung-Nagreg, tim Satlantas Polresta Bandung yang dipimpin Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Bandung Kompol Raden Erik Bangun Prakasa, langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Petugas melakukan pengamanan lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, mengatur arus lalu lintas di kawasan itu, dan mengevakuasi korban.

Hilang Kendali saat Menyalip, Pikap Tabrak Bus di Nagreg, Sopir Tewas Terjepit


Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kata Kompol R Erik Bangun Prakasa, diperoleh kesimpulan sementara, sebelum kecelakaan terjadi, mobil pikap Grand Max D 8185 EZ yang dikendarai korban melaju dari arah Cicalengka menuju Garut.

Ketika mendahului atau menyalip kendaraan lain di depannya, mobil pikap hilang kendali dan masuk ke jalur berlawanan arah Garut ke Cicalengka.

Saat bersamaan melaju bus Kramat Jati yang dikendarai Dani mulyadi (32), warga Kampung Pasirhuni RT 1/1, Desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya yang melaju dari Garut menuju Cicalengka.

"Tabrakan pun tak bisa dihindari. Setelah bertabrakan dengan pikap, bus oleng ke sebelah kiri dan menabrak motor nopol F 2931 HI milik Dindin Samsudin (46), warga Kampung Lingkar Citatah Dalam RT 2/4, Cibinong, Kabupaten Bogor, yang sedang di parkir di trotoar," kata Kompol R Erik Bangun Prakasa dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2020).

Akibat kejadian tersebut, ujar Kasatlantas Polresta Bandung , pengemudi mobil pikap Grand Max D 8185 EZ meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan pengemudi bus dan pemilik motor selamat.

Namun akibat kejadian itu, ketiga kendaraan rusak parah. Kerugian materil ditaksir Rp5 juta. (Baca juga: Gaet Artis Dina Lorenza, PKS Usung Bunga Desa di Pilkada Kabupaten Bandung)

"Hasil penyelidikan sementara, pengendara mobil pikap Grand Max D 8185 EZ diduga kurang hati-hati saat mendahului kendaraan lain, tidak mempunyai ruang gerak yang cukup. Akibatnya, mobil pikap melaju ke sebelah kanan jalan arah berlawanan sehingga menabrak bus Kramat Jati B 7222 IS yang sedang melaju dari arah berlawanan," ujar Kasatlantas.

Menurut Kompol R Erik Bangun Prakasa kecelakaan fatal ini terjadi akibat faktor manusia atau kelalaian pengemudi pikap. Sedangkan kondisi jalan sangat memadai dengan geografis lurus datar, lebar badan jalan 10,80 meter, lebar trotoar 1 meter, beraspal. (Baca juga: Dipakai Jokowi, Sepeda Lipat Kreuz Banjir Orderan hingga 2023)

Faktor cuaca dan lingkungan pun cerah malam hari dan di kanan-kiri jalan dilengkapi dengan penerangan. "Untuk faktor kendaraan belum diketahui, masih dalam proses penyelidikan," tutur Kompol R Erik.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Legislator PDIP Sebut...
Legislator PDIP Sebut Tragedi Bus ALS Alarm Keras Kegagalan Pengawasan Transportasi dan Infrastruktur Jalan
DPR Minta Audit Menyeluruh...
DPR Minta Audit Menyeluruh Standar Keselamatan Akibat Kecelakaan Maut di Muratara
Polisi Percepat Identifikasi...
Polisi Percepat Identifikasi Korban Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel
Kisah Pasutri Selamat...
Kisah Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara: Bus Bermasalah mulai Radiator Kering hingga Oli Berceceran
Kecelakaan Maut Bus...
Kecelakaan Maut Bus Vs Truk Tangki di Sumsel, Mayoritas Korban Hangus Terbakar
Kecelakaan Maut Bus...
Kecelakaan Maut Bus Vs Truk Tangki di Sumsel, 16 Tewas
Mobil Tabrak Kerumunan...
Mobil Tabrak Kerumunan Warga di Festival Hari Lapu Lapu di Vancouver
Gaji dan Tunjangan Brigadir...
Gaji dan Tunjangan Brigadir Anton Kurniawan, Oknum Polisi yang Tembak Mati Sopir Ekspedisi di Kalteng
Truk Tronton Tabrak...
Truk Tronton Tabrak 8 Kendaraan di Slipi Jakbar, 1 Tewas dan 4 Orang Terluka
Rekomendasi
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Berita Terkini
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved