DPR Minta Audit Menyeluruh Standar Keselamatan Akibat Kecelakaan Maut di Muratara
Kamis, 07 Mei 2026 - 14:47 WIB
loading...
Komisi V DPR RI mendesak Kemenhub dan KNKT segera melakukan audit investigasi menyeluruh buntut kecelakaan maut bus ALS vs truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Komisi V DPR RI mendesak Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan audit investigasi menyeluruh buntut kecelakaan maut bus ALS vs truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Tragedi yang merenggut 16 korban jiwa ini sebagai tamparan keras bagi aspek keselamatan transportasi darat nasional.
Menurut Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda, audit investigasi menyeluruh tidak hanya pada kronologi kejadian, tetapi juga standar operasional prosedur (SOP) angkutan barang berbahaya dan angkutan penumpang jarak jauh.
Baca juga: Kisah Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara: Bus Bermasalah mulai Radiator Kering hingga Oli Berceceran
“Kami mendesak adanya audit ketat terhadap kelayakan armada bus ALS dan kesiapan masinis jalan raya kita. Jangan sampai nyawa rakyat terus melayang akibat abainya standar keselamatan di jalur lintas,” ujar Huda, Kamis (7/5/2026).
Dia menyoroti faktor kelelahan (fatigue) yang sering menjadi penyebab bus masuk ke jalur berlawanan. Pemerintah perlu memperketat pengawasan terkait menajamen waktu kerja awak bus dengan rute-rute panjang seperti PO ALS.
Menurut Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda, audit investigasi menyeluruh tidak hanya pada kronologi kejadian, tetapi juga standar operasional prosedur (SOP) angkutan barang berbahaya dan angkutan penumpang jarak jauh.
Baca juga: Kisah Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara: Bus Bermasalah mulai Radiator Kering hingga Oli Berceceran
“Kami mendesak adanya audit ketat terhadap kelayakan armada bus ALS dan kesiapan masinis jalan raya kita. Jangan sampai nyawa rakyat terus melayang akibat abainya standar keselamatan di jalur lintas,” ujar Huda, Kamis (7/5/2026).
Dia menyoroti faktor kelelahan (fatigue) yang sering menjadi penyebab bus masuk ke jalur berlawanan. Pemerintah perlu memperketat pengawasan terkait menajamen waktu kerja awak bus dengan rute-rute panjang seperti PO ALS.
Lihat Juga :