Rizal Ramli Kritisi Sistem Ambang Batas dalam Pilkada dan Pilpres

Selasa, 18 Agustus 2020 - 07:40 WIB
loading...
Rizal Ramli Kritisi...
Rizal Ramli. Foto/Dok
A A A
SURABAYA - Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) mengkritisi keberadaan treshold atau ambang batas dalam pemilihan kepala daerah atau presiden.

Menurut mantan anggota tim panel ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa itu, ambang batas yang membuat demokrasi biaya tinggi dan menjadi pemicu korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). (Baca juga: Dituding Cari Panggung, Rizal Ramli: Maaf Ya Usia 23 Sudah Terkenal)

Menko Perekonomian di era Presiden Gus Dur ini menyebut adanya syarat ambang batas itu membuat calon kepala daerah harus berburu rekom partai untuk bisa maju pilkada. Tentu rekom itu didapat tidak dengan gratis, dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit atau biasa disebut mahar. (Baca juga: Zulkifli Hasan Siap Jadi Mentor Gibran, Rizal Ramli Heran )

"Saya minta hapuskan saja itu ambang batas atau jadikan nol persen, baik di Pilkada maupun Pilpres. Biar semua partai bisa mengusung calon. Toh mereka sudah diseleksi dalam pemilu. Semakin banyak calon, rakyat jadi semakin banyak pilihan," kata Rizal Ramli.

Penasihat Forkom Jurnalis Nahdliyin yang akrab disapa Gus Romli ini menceritakan, dirinya sebulan lalu bertemu dua orang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dua direktur di lembaga antirasuah tersebut.

Pimpinan KPK itu bercerita baru menangkap tangan seorang kepala daerah di Kalimantan yang istrinya seorang Ketua DPRD di kabupaten yang sama. Mereka berkolusi dengan cukong untuk memainkan proyek dengan tujuan kembali melanggengkan kekuasaan lewat pilkada.

"Syarat ambang batas ini yang membuat demokrasi rusak, karena calon harus keluar uang untuk mendapatkan rekom. Ketika berkuasa, kepala daerah akan berkolusi dengan cukong untuk mengembalikan modal. Dan mereka bisa menggadaikan kekayaan alam untuk kembali berkuasa atau melanggengkan kekuasaan lewat dinasti politik," kata RR.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Din Syamsuddin Dilaporkan...
Din Syamsuddin Dilaporkan GAR ITB, Rizal Ramli Sebut Ada Alumni Berpikir Cupet
Pemerintah Aceh Percepat...
Pemerintah Aceh Percepat Pembangunan Gampong Sikundo
Konflik Agraria, Tanah...
Konflik Agraria, Tanah Adat dan Milik Rakyat Butuh Perlindungan
Komite Khittah NU 1926...
Komite Khittah NU 1926 Minta Rizal Ramli Benahi Ekonomi Nasional
Resesi Global, Rizal...
Resesi Global, Rizal Ramli: Indonesia Takkan Rontok seperti Singapura
Rizal Ramli Siap Ladeni...
Rizal Ramli Siap Ladeni LBP Soal Utang Luar Negeri
Rizal Ramli-Faisal Basri,...
Rizal Ramli-Faisal Basri, Dua Ekonom Kritis Meninggal Tahun 2024
Rizal Ramli dan Faisal...
Rizal Ramli dan Faisal Basri, Dua Ekonom Kritis yang Meninggal Tahun 2024
Penyebab dan Gejala...
Penyebab dan Gejala Kanker Pankreas, Penyakit yang Diidap Mendiang Rizal Ramli
Rekomendasi
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Emil Audero Minta Timnas...
Emil Audero Minta Timnas Indonesia Tak Cepat Puas Usai Kalahkan Oman
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved