Potret Masyarakat Miskin di Banyumas, Hanif dan Keluarga Huni Gubuk Bekas Kandang Itik di Bawah Kuburan
Sabtu, 20 April 2024 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
Tentu saja kondisi rumah seperti ini sangat tidak sehat bagi anak-anak Hanif yang masih sekolah. Kondisi gubug Hanif ini semakin memprihatinkan karena lokasinya berada tepat di bawah peemakaman umum Kelurahan Purwanegara.
Permakaman umum ini juga pernah longsor dan menyisakan nisan serta bekas puing-puing makam di sekitar gubug Hanif. Lokasi yang terpencil ini juga dirasa membahayakan keselamatan anak-anak karena di sekitar gubug masih banyak semak belukar dan sering muncul Binatang, seperti ular.
Baca juga; Merasa Ada yang Lebih Berhak, 12 Warga Sirau Banyumas Kembalikan BLT
Hanif mengaku belum bisa memberikan tempat tinggal yang layak bagi keluarganya, dan terpaksa membuat gubug di atas tanah milik warga setelah meminta izin lebih dahulu.
“Saya diberi izin tinggal di tanah milik warga ini, namun kebetulan berada tepat di bawah makam yang longsor. Jadi di sekitar gubug kami masih banyak nisan dan puing-puing sisa makam,” ujar Hanif sambal menunjukan nisan yang tergeletak di dekat gubugnya.
Digubuk ini, Hanif membagi 3 petak untuk ruang kerja, kamar anak, serta kamar dia dan istrinya. Sementara dinding gubug ini adalah semuanya bekas spanduk dan baliho yang diperoleh dari tetangga.
Bambu-bambu penyangga gubug juga diperoleh dari bantuan para tetangga. Untuk atap, Hanif memanfaatkan sisa-sisa asbes bekas kandang itik yang roboh.
Permakaman umum ini juga pernah longsor dan menyisakan nisan serta bekas puing-puing makam di sekitar gubug Hanif. Lokasi yang terpencil ini juga dirasa membahayakan keselamatan anak-anak karena di sekitar gubug masih banyak semak belukar dan sering muncul Binatang, seperti ular.
Baca juga; Merasa Ada yang Lebih Berhak, 12 Warga Sirau Banyumas Kembalikan BLT
Hanif mengaku belum bisa memberikan tempat tinggal yang layak bagi keluarganya, dan terpaksa membuat gubug di atas tanah milik warga setelah meminta izin lebih dahulu.
“Saya diberi izin tinggal di tanah milik warga ini, namun kebetulan berada tepat di bawah makam yang longsor. Jadi di sekitar gubug kami masih banyak nisan dan puing-puing sisa makam,” ujar Hanif sambal menunjukan nisan yang tergeletak di dekat gubugnya.
Digubuk ini, Hanif membagi 3 petak untuk ruang kerja, kamar anak, serta kamar dia dan istrinya. Sementara dinding gubug ini adalah semuanya bekas spanduk dan baliho yang diperoleh dari tetangga.
Bambu-bambu penyangga gubug juga diperoleh dari bantuan para tetangga. Untuk atap, Hanif memanfaatkan sisa-sisa asbes bekas kandang itik yang roboh.
Lihat Juga :