Potret Masyarakat Miskin di Banyumas, Hanif dan Keluarga Huni Gubuk Bekas Kandang Itik di Bawah Kuburan
Sabtu, 20 April 2024 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; Sasaran Warga Miskin Diperluas Jadi 60%, Kemensos Sempurnakan DTKS
Sedangkan untuk kebutuhan makan sehari-hari, Hanif yang pernah kuliah ini menjual jasa pengetikan skripsi dengan komputer tuanya. “Alhamduillah saya dulu pernah kuliah meskipun tidak selesai, bisa membantu mengetik dan mengedit karya ilmiah para mahasiswa,“ tambah Hanif.
Untuk menjangkau menuju gubug tinggal Hanif harus melalui tengah-tengah tebing dengan kondisi tangga plester licin berlumut dan menurun tajam. Gubug Hanif ini terpisah cukup jauh dari rumah-rumah warga.
![Potret Masyarakat Miskin di Banyumas, Hanif dan Keluarga Huni Gubuk Bekas Kandang Itik di Bawah Kuburan]()
Kondisi gubug yang bocor disana-sini dan dinding sisa spanduk tentunya membuat dingin bagi penghuninya yang kebanyakan anak-anak. Sementara di gubug ini, tida ada rumah lain dan yang ada hanyalah makam diatas gubug, kolam, sawah dan belukar didepan gubug dan tebing di belakang gubug.
Kondisi Hanif dan keluarganya ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah Kabupaten Banyumas yang dikenal sebagai kabupaten dengan tingkat angka kemiskinan yang ekstrem. Apalagi lokasi tempat Hanif tinggal ini hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit dari kantor Kabupaten Banyumas.
Bagi Hanif, mungkin dia merasa tidak menjadi masalah tinggal di lokasi yang tak layak huni ini. Namun bagi masa depan anak-anak, tentunya ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara.
Sedangkan untuk kebutuhan makan sehari-hari, Hanif yang pernah kuliah ini menjual jasa pengetikan skripsi dengan komputer tuanya. “Alhamduillah saya dulu pernah kuliah meskipun tidak selesai, bisa membantu mengetik dan mengedit karya ilmiah para mahasiswa,“ tambah Hanif.
Untuk menjangkau menuju gubug tinggal Hanif harus melalui tengah-tengah tebing dengan kondisi tangga plester licin berlumut dan menurun tajam. Gubug Hanif ini terpisah cukup jauh dari rumah-rumah warga.

Kondisi gubug yang bocor disana-sini dan dinding sisa spanduk tentunya membuat dingin bagi penghuninya yang kebanyakan anak-anak. Sementara di gubug ini, tida ada rumah lain dan yang ada hanyalah makam diatas gubug, kolam, sawah dan belukar didepan gubug dan tebing di belakang gubug.
Kondisi Hanif dan keluarganya ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah Kabupaten Banyumas yang dikenal sebagai kabupaten dengan tingkat angka kemiskinan yang ekstrem. Apalagi lokasi tempat Hanif tinggal ini hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit dari kantor Kabupaten Banyumas.
Bagi Hanif, mungkin dia merasa tidak menjadi masalah tinggal di lokasi yang tak layak huni ini. Namun bagi masa depan anak-anak, tentunya ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara.
(wib)
Lihat Juga :