Tak Disangka! Didi Hartanto Dibunuh dan Dikubur di Dalam Rumah oleh Orang Kepercayaan
Selasa, 16 April 2024 - 14:09 WIB
loading...
Suasana TKP pembunuhan Didi Hartanto di Perumahan Bumi Citra Indah 1, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, KBB. Foto/MPI/Ferry Bangkit Rizki
A
A
A
BANDUNG BARAT - Fakta baru terungkap dari kasus pembunuhan Didi Hartanto yang ditemukan terkubur di rumahnya di Perumahan Bumi Citra Indah 1, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Pelaku pembunuhan ternyata Ijal (31), yang selama ini menjadi orang kepercayaan korban.
Baca juga: Terkuak! Mayat Dikubur Dalam Rumah di Cihampelas Bandung Ternyata Didi
"Pelakunya (Ijal) tetangganya sendiri. Bekerja serabutan, warga juga sering menggunakan jasanya untuk bersih-bersih rumah, beresin genteng bocor," ungkap Sugimin di lokasi, Selasa (16/4/2024).
Menurut Sugimin pelaku merupakan orang kepercayaan korban. Bahkan, korban Didi Hartanto menurut warga kerap menitipkan kuncinya kepada pelaku.
"Pelaku dipercaya sama korban bahkan dipegangi kunci oleh korban," ucap Sugimin.
Untuk itu, warga kaget ketika malam tadi mengetahui korban ternyata dibunuh oleh Ijal, tetangga sekaligus orang kepercayaan.
Baca juga: Makassar Gempar! Suami Bunuh Istri, Mayat Dikubur di Dalam Rumah Selama 6 Tahun
Sadisnya, usai dibunuh korban dikubur lalu ditutup menggunakan keramik di dalam rumahnya sendiri oleh pelaku.
"Makanya ketika tahu masyarakat kaget. Saat ada laporan kehilangan, pelaku juga hilang," ujarnya.
Dia mengatakan warga mengetahui korban hilang itu sejak pertengahan bulan Ramadan lalu.
"Keluarga korban melaporkan hilang dan warga taunya korban ini hilang. Tinggal sendiri korban ini, bujangan. Ketahuan baru malam tadi setelah banyak polisi warga keluar ternyata korban yang dinyatakan hilang sudah terkubur dalam," sebutnya.
Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan, pihak keluarga melaporkan hilangnya korban pada 30 Maret 2024.
Kemudian pihak kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan dikarenakan adanya kejanggalan terhadap kasus hilangnya korban.
"Untuk mencari tahu apakah korban ini hilang karena hal yang wajar atau tidak wajar kemudian dari serangkaian penyelidikan mengendus ada kejanggalan terkait hilangnya korban," ujar Aldi.
Kapolres menambahkan, pihaknya sempat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban.
Namun saat itu belum terendus bahwa korban dikubur dalam rumah.
"Jadi 6 April kami olah TKP di alamat korban, tapi memang saat itu belum ada kecurigaan korban dikubur di dalam rumah. Baru kemudian di 15 April terduga pelaku diamankan," tandasnya.
Pelaku pembunuhan ternyata Ijal (31), yang selama ini menjadi orang kepercayaan korban.
Baca juga: Terkuak! Mayat Dikubur Dalam Rumah di Cihampelas Bandung Ternyata Didi
"Pelakunya (Ijal) tetangganya sendiri. Bekerja serabutan, warga juga sering menggunakan jasanya untuk bersih-bersih rumah, beresin genteng bocor," ungkap Sugimin di lokasi, Selasa (16/4/2024).
Menurut Sugimin pelaku merupakan orang kepercayaan korban. Bahkan, korban Didi Hartanto menurut warga kerap menitipkan kuncinya kepada pelaku.
"Pelaku dipercaya sama korban bahkan dipegangi kunci oleh korban," ucap Sugimin.
Untuk itu, warga kaget ketika malam tadi mengetahui korban ternyata dibunuh oleh Ijal, tetangga sekaligus orang kepercayaan.
Baca juga: Makassar Gempar! Suami Bunuh Istri, Mayat Dikubur di Dalam Rumah Selama 6 Tahun
Sadisnya, usai dibunuh korban dikubur lalu ditutup menggunakan keramik di dalam rumahnya sendiri oleh pelaku.
"Makanya ketika tahu masyarakat kaget. Saat ada laporan kehilangan, pelaku juga hilang," ujarnya.
Dia mengatakan warga mengetahui korban hilang itu sejak pertengahan bulan Ramadan lalu.
"Keluarga korban melaporkan hilang dan warga taunya korban ini hilang. Tinggal sendiri korban ini, bujangan. Ketahuan baru malam tadi setelah banyak polisi warga keluar ternyata korban yang dinyatakan hilang sudah terkubur dalam," sebutnya.
Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan, pihak keluarga melaporkan hilangnya korban pada 30 Maret 2024.
Kemudian pihak kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan dikarenakan adanya kejanggalan terhadap kasus hilangnya korban.
"Untuk mencari tahu apakah korban ini hilang karena hal yang wajar atau tidak wajar kemudian dari serangkaian penyelidikan mengendus ada kejanggalan terkait hilangnya korban," ujar Aldi.
Kapolres menambahkan, pihaknya sempat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban.
Namun saat itu belum terendus bahwa korban dikubur dalam rumah.
"Jadi 6 April kami olah TKP di alamat korban, tapi memang saat itu belum ada kecurigaan korban dikubur di dalam rumah. Baru kemudian di 15 April terduga pelaku diamankan," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :