Politik Uang Ancam Pelaksanaan Pilkada di Luwu Timur
Senin, 17 Agustus 2020 - 14:36 WIB
loading...
Bawaslu Luwu Timur telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi terjadinya politik uang jelan pilkada 2020. Foto: SINDOnews
A
A
A
LUWU TIMUR - Politik uang dan tidak netralnya aparatur sipil negara (ASN) mengancam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Luwu Timur . Kedua aspek ini masuk dalam peta kerawanan Bawaslu Luwu Timur yang berpotensi terjadi di pilkada mendatang.
"Bawaslu itu sudah melakukan pemetaan potensi kerawanan, salah satu kita sebut bahwa potensi kerawanan itu hampir di semua perhelatan itu, keterlibatan ASN dan politik uang itu cukup tinggi, atau bisa dikatakan rawan," kata Ketua Bawaslu Luwu Timur, Rachman Atja saat dihubungi SINDOnews, Senin (17/8/2020).
Baca juga: Kerap Kumpulkan Massa, 2 Paslon Bupati di Luwu Timur Disoroti
Dengan pemetaan potensi kerawanan tersebut, kata Rachman, Bawaslu kemudian menyiapkan langkah antisipatif. Sehingga, saat pilkada mendatang, politik uang dan ketidaknetralan ASN bisa dicegah.
"Potensi-potensi itu sudah ada kita lakukan dan strategi penanggulangannya itu bagaimana, itu sudah semua ada," kata dia.
"Bawaslu itu sudah melakukan pemetaan potensi kerawanan, salah satu kita sebut bahwa potensi kerawanan itu hampir di semua perhelatan itu, keterlibatan ASN dan politik uang itu cukup tinggi, atau bisa dikatakan rawan," kata Ketua Bawaslu Luwu Timur, Rachman Atja saat dihubungi SINDOnews, Senin (17/8/2020).
Baca juga: Kerap Kumpulkan Massa, 2 Paslon Bupati di Luwu Timur Disoroti
Dengan pemetaan potensi kerawanan tersebut, kata Rachman, Bawaslu kemudian menyiapkan langkah antisipatif. Sehingga, saat pilkada mendatang, politik uang dan ketidaknetralan ASN bisa dicegah.
"Potensi-potensi itu sudah ada kita lakukan dan strategi penanggulangannya itu bagaimana, itu sudah semua ada," kata dia.
Lihat Juga :