Agustusan Ala Petani Gunungkidul, Ada yang 34 Tahun Tak Ikuti Upacara
Senin, 17 Agustus 2020 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
"Saya teeksjir upacara di tahun 1986 silam atau sudah 34 tahun. Jadi saya sangat senang bisa upacara bersama para petani lainnya," imbuhnya. (Baca juga: Terhempas Ombak, Pemancing Hilang di Dam Pelabuhan Kendal )
Hal senada disampaikan Satiyem. Di usia yang ke - 70 tahun, dia mengaku baru sekali ini ikut upacara 17 Agustus. Diapun sangat semangat dengan caranya sendiri untuk merayakan kemerdekaan." Dulu hanya melihat di lapangan kecamatan, sekarang bisa ikut upacara," ucapnya.
Sementara tokoh Masyarakat Gunungkidul Sunaryanto mengatakan, bahwa semangat nasionalisme harus terus dibangun di semua lapisan masyarakat. Seperti halnya petani yang juga menjadi bagian dari anak bangsa dengan semangat luar biasa mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi ini.
"Kita semua mengetahui para petani memiliki semangat luar biasa dalam upacara. Ini harus menjadi perhatian bersama nasionalisme harus terus ditanamkan. Di sisi lain, para petani harus diperhatikan sehingga mereka bisa hidup layak," ungkapnya.
Diakuinya, sebagian besar warga Gunungkidul adalah petani. Untuk itu dibutuhkan langkah serius dalam mengembangkan sektor pertanian untuk peningkatan kesejahteraan." Intensifikasi dan modernisasi pertanian penting dilakukan begitu juga dengan pasar yang tidak menindas petani," pungkasnya.
Hal senada disampaikan Satiyem. Di usia yang ke - 70 tahun, dia mengaku baru sekali ini ikut upacara 17 Agustus. Diapun sangat semangat dengan caranya sendiri untuk merayakan kemerdekaan." Dulu hanya melihat di lapangan kecamatan, sekarang bisa ikut upacara," ucapnya.
Sementara tokoh Masyarakat Gunungkidul Sunaryanto mengatakan, bahwa semangat nasionalisme harus terus dibangun di semua lapisan masyarakat. Seperti halnya petani yang juga menjadi bagian dari anak bangsa dengan semangat luar biasa mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi ini.
"Kita semua mengetahui para petani memiliki semangat luar biasa dalam upacara. Ini harus menjadi perhatian bersama nasionalisme harus terus ditanamkan. Di sisi lain, para petani harus diperhatikan sehingga mereka bisa hidup layak," ungkapnya.
Diakuinya, sebagian besar warga Gunungkidul adalah petani. Untuk itu dibutuhkan langkah serius dalam mengembangkan sektor pertanian untuk peningkatan kesejahteraan." Intensifikasi dan modernisasi pertanian penting dilakukan begitu juga dengan pasar yang tidak menindas petani," pungkasnya.
(msd)
Lihat Juga :