alexametrics

Pospol WBL Diserang dengan Ketapel, 1 Polisi Terluka

loading...
Pospol WBL Diserang dengan Ketapel, 1 Polisi Terluka
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat membesuk Bripka Andreas di RS Bhayangkara. Foto SINDOnews/Lukman H
A+ A-
SURABAYA - Seorang pecatan polisi berinisal ER dan rekannya, MS, pada Selasa (20/11/2018) sekitar pukul 01.30 WIB menyerang pos polisi di depan Wisata Bahari Lamongan (WBL). Pelaku ER menembakan kelereng dengan ketapel dan mengenai mata kanan Bripka Andreas.

Tembakan kelereng itu juga mengakibatkan kaca pos polisi pecah. Meski terluka, Bripka Andreas bersama masyarakat kemudian mengejar pelaku.

Bripka Andreas pun mengejar pelaku ke arah barat hingga di Pasar Blimbing, Kecamatan Paciran. Pelaku ER menghadang Bripka AA. Saat itu, Bripka AA menabrakkan motornya ke motor pelaku sehingga terjatuh. Kedua pelaku akhirnya diamankan di Polsek Brondong.



Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, kedua pelaku penyerangan polisi sudah ditangani Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Pasalnya, serangan tersebut disinyalir terkait dengan jaringan radikal. Ini diketahui dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto saat mendatangi TKP berkoordinasi dengan Densus 88.

“Saat melakukan pemeriksaan di rumah tersangka, kami menemukan barang-barang dan buku-buku yang diduga berhubungan dengan kelompok radikal,” katanya.

Luki menambahkan, dari hasil penyelidikan sudah diketahui jaringan kelompok pelaku. Namun pihaknya masih terus melakukan pendalaman.

“Untuk identintas, pelaku ER adalah pecatan polisi di tahun 2004. Dia juga pernah ditahan di sebuah lembaga pemasyarakatan atas kasus pembunuhan guru ngaji. Nah, saat di lapas inilah ER sering menerima tamu yang diduga terkait dengan kelompok radikal,” timpalnya.

Mengenai kondisi Bripka Andreas, Luki menyatakan saat ini sudah dilakukan operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Diketahui, mata sebelah kanan Bripka AA mengalami kerusakan kornea. Saat ini yang bersangkutan masih belum sadar setelah menjalani operasi. “Untuk motif penyerangan yang dilakukan pelaku masih kami dalami,” pungkas Luki.

Sementara itu, salah seorang warga Paciran yang enggan disebut namanya mengatakan, kejadian tadi malam merupakan yang ketiga kalinya. Menurutnya, sudah dua bulan ini pos polisi didepan WBL mendapatkan aksi teror dari orang yang tidak dikenal. Sebelumnya, aksi pelaku biasanya dilakukan pada Kamis malam.

Serangan juga dilakukan dengan menembakkan kelereng dengan ketapel. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Ini karena pos polisi tersebut kebetulan sedang kosong. "Saya tidak tahu motifnya, biasanya yang dirusak itu pos-nya," katanya sumber tersebut.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak