Karamah Habib Sholeh Tanggul: Bisa Pindahkan Anus Anak Raja

Kamis, 04 April 2024 - 09:00 WIB
loading...
A A A
Dalam Managib tersebut diceritakan beberapa karomah dan perjalanan dakwah Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid. Habib Sholeh lahir di Korbah Ba Karman, Wadi ‘Amd, sebuah desa di Hadramaut, Yaman, pada tahun 1313 Hijriyah.

Ayah beliau Habib Muhsin bin Ahmad Al-Hamid terkenal dengan sebutan Al-Bakry Al-Hamid, ulama yang sangat dihormati. Ibundanya seorang wanita salehah bernama ‘Aisyah, dari keluarga Al-Abud Ba Umar dari Masyaikh Al-‘Amudi.

Beliau mempelajari Alquran dari seorang guru bernama Syaikh Said Ba Mudhij, di Wadi ‘Amd. Sedangkan ilmu fiqih dan tasawuf beliau pelajari dari ayahnya Al-Habib Muhsin bin Ahmad Al-Hamid.

Pada usia 26 tahun, bertepatan tahun 1921 Masehi, Al-Habib Sholeh meninggalkan Hadramaut dan hijrah ke Indonesia ditemani Syeikh Fadli Sholeh Salim bin Ahmad Al-Asykariy. Setibanya di Indonesia, beliau singgah di Jakarta beberapa hari.

Mendengar kedatangan Habib Sholeh, sepupu beliau Habib Muhsin bin Abdullah Al-Hamid, meminta Habib Sholeh untuk tinggal sementara di kediamannya di Kota Lumajang. Setelah menetap beberapa hari, beliau pindah ke Tanggul, Jember, Jawa Timur.

Sebelum memulai dakwahnya di Jember, Habib Sholeh pernah mengasingkan diri lebih dari tiga tahun. Beliau berkhalwat dengan membaca Alqur’an, bersalawat dan berdzikir. Guru besarnya Al-Imam Al-Qutub Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf.

Sesampainya di rumah Al-Habib Abubakar, Habib Sholeh mendapat mandat dan ijazah dengan memakaikan jubah imamah dan sorban hijau dari gurunya sebagai pertanda kewalian quthb (kutub) yang akan diembannya.

Setelah itu, Habib Sholeh mendapat isyarat untuk datang ke Makkah dan Madinah. Usai berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW, beliau kembali ke Indonesia untuk berdakwah.

Dakwah Habib Sholeh diawalinya dengan membangun musala di tempat kediamannya. Habib Sholeh mengisinya dengan salat berjamaah dan menghidupkan Quran antara magrib dan Isya. Beliau juga memberi tausiyah dan pengajian yang membahas seputar ilmu syariat dan ilmu fiqih.

Setiap selesai salat Ashar, beliau membacakan kitab An-Nashaihud Dinniyah, karangan Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, yang diuraikannya ke dalam bahasa keseharian masyarakat sekitar, yakni bahasa Madura.

Beberapa tahun kemudian, beliau mendapat hadiah sebidang tanah dari seorang Muhibbin (orang yang mencintai anak cucu keturunan Rasulullah SAW) yakni Haji Abdur Rasyid. Di atas tanah inilah beliau membangun masjid yang diberi nama Masjid Riyadus Shalihin.

Dakwah dan kegiatan keagamaan pun kian hidup setelah masjid ini berdiri. Selain berdakwah di masjid, Habib Sholeh dalam kesehariannya, selalu melapangkan orang susah. Membantu orang-orang yang dililit utang, membantu fakir dan anak yatim.

Jika beliau melihat gadis dan pemuda yang belum kawin, beliau mencarikan pasangan hidup dengan menawarkan seorang calon. Pernah pula dalam sehari beliau mendamaikan dua atau tiga orang yang bertikai.

Dalam kehidupan bermasyarakat, Habib Sholeh tercatat sebagai pemberi semangat dengan meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Islam Surabaya. Beliau dikenal karena akhlaknya yang mulia, tidak pernah menyakiti hati orang lain.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Imigrasi Surabaya Gagalkan...
Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan 18 Calon Haji Ilegal, Korban Rugi hingga Rp290 Juta
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Kepala BGN: Program...
Kepala BGN: Program MBG Akan Diberlakukan di Arab Saudi
Rekomendasi
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Berita Terkini
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved