Karamah Habib Sholeh Tanggul: Bisa Pindahkan Anus Anak Raja
Kamis, 04 April 2024 - 09:00 WIB
loading...
Habib Sholeh Tanggul. Foto/Istimewa
A
A
A
JEMBER - Habib Sholeh Tanggul adalah seorang ulama yang menghabiskan masa dakwahnya di Tanggul, Jember, Jawa Timur. Ia dipercaya sebagai keturunan ke-39 Rasulullah dari Hadramaut, Yaman, yang hijrah ke tanah Jawa pada sekitar 1920-an.
Kemudian dia menetap di Jember hingga akhir hayatnya. Habib Sholeh Tanggul dikenal sebagai ulama yang dermawan dan memiliki banyak karamah, atau anugerah di luar akal dan kemampuan manusia yang biasanya terjadi pada seseorang wali.
Kewaliannya telah mencapai tingkatan Qutub, yakni pemimpin dan pemuka bagi para aulia di masanya.Habib Abdul Qadir bin Ahmad bin Abdurrahman Assegaf pernah berkata bahwa doanya selalu terkabul dan orang yang sangat dicintai dan disegani.
Habib Sholeh hijrah ke Indonesia pada usia 26 tahun dan menetap hingga wafat di wilayah Kecamatan Tanggul, KabupatenJember, Jawa Timur. Itulah mengapa beliau terkenal dengan nama Habib Sholeh Tanggul.
Baca Juga: Kisah Hidup Gajah Mada: Pemberontakan Sadeng Pembuka Jalan Jadi Pejabat Majapahit
Sebagaimana para auliya kekasih Allah, Habib Sholeh memiliki kekeramatan atau karamah yang luar biasa. Banyak kisah karamah Habib Sholeh Tanggul yang masyhur di kalangan masyarakat.
Salah satunya ketika beliau menyembuhkan putra Raja Arab Saudi yang memiliki keterbatasan fisik alias cacat sejak lahir. Peristiwa ini terjadi di masa Al-Imam Al'Arifbillah Al Habib Alwi bin Abbas Al-Maliki yang saat itu masih menjabat sebagai penasihat Kerajaan Arab Saudi.
Habib Alwi ialah ayahanda dari ulama besar Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki yang dikenal memiliki banyak murid asal Indonesia. Bahwa ketika itu, sang raja memiliki anak yang cacat sejak lahir di mana anak itu tidak memiliki lubang dubur sebagaimana manusia normal.
Lubang duburnya justru ada di pinggang sehingga ia buang air besar secara tidak normal. Sang raja sudah mengobati anaknya ke mana-mana namun tak kunjung sembuh. Hingga akhirnya
Habib Alwi bin Abbas Al-Maliki selaku penasihat raja memberi saran untuk mengundang Habib Sholeh Tanggul. ”Di Indonesia ada Habib keramat bernama Al Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid Tanggul, undang beliau,” saran Habib Alwi kepada raja.
Baca Juga: Kisah Abah Guru Sekumpul Bertemu Nabi Muhammad SAW saat Ziarah di Madinah
Tanpa pikir panjang raja pun mengirim utusannya untuk mengundang Habib Sholeh Tanggul. Singkat cerita, Habib Sholeh pun tiba di Arab Saudi memenuhi undangan itu. Sang raja lantas menyiapkan jamuan besar-besaran untuk menyambut Habib Sholeh.
Habib Alwi pun menyambut Habib Sholeh dengan hangat hingga keduanya terlibat obrolan akrab layaknya kawan lama yang lama tidak bertemu. Pada saat bersamaan, anak raja yang cacat tadi rupanya sedang duduk di kursi.
Tak berselang lama, Habib Sholeh menghampiri anak itu dan ditepuk bagian belakangnya seraya berkata; "Bikher ente, bikher ente, Insya Allah bikher," begitulah kata Habib Sholeh.
Kemudian dia menetap di Jember hingga akhir hayatnya. Habib Sholeh Tanggul dikenal sebagai ulama yang dermawan dan memiliki banyak karamah, atau anugerah di luar akal dan kemampuan manusia yang biasanya terjadi pada seseorang wali.
Kewaliannya telah mencapai tingkatan Qutub, yakni pemimpin dan pemuka bagi para aulia di masanya.Habib Abdul Qadir bin Ahmad bin Abdurrahman Assegaf pernah berkata bahwa doanya selalu terkabul dan orang yang sangat dicintai dan disegani.
Habib Sholeh hijrah ke Indonesia pada usia 26 tahun dan menetap hingga wafat di wilayah Kecamatan Tanggul, KabupatenJember, Jawa Timur. Itulah mengapa beliau terkenal dengan nama Habib Sholeh Tanggul.
Baca Juga: Kisah Hidup Gajah Mada: Pemberontakan Sadeng Pembuka Jalan Jadi Pejabat Majapahit
Sebagaimana para auliya kekasih Allah, Habib Sholeh memiliki kekeramatan atau karamah yang luar biasa. Banyak kisah karamah Habib Sholeh Tanggul yang masyhur di kalangan masyarakat.
Salah satunya ketika beliau menyembuhkan putra Raja Arab Saudi yang memiliki keterbatasan fisik alias cacat sejak lahir. Peristiwa ini terjadi di masa Al-Imam Al'Arifbillah Al Habib Alwi bin Abbas Al-Maliki yang saat itu masih menjabat sebagai penasihat Kerajaan Arab Saudi.
Habib Alwi ialah ayahanda dari ulama besar Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki yang dikenal memiliki banyak murid asal Indonesia. Bahwa ketika itu, sang raja memiliki anak yang cacat sejak lahir di mana anak itu tidak memiliki lubang dubur sebagaimana manusia normal.
Lubang duburnya justru ada di pinggang sehingga ia buang air besar secara tidak normal. Sang raja sudah mengobati anaknya ke mana-mana namun tak kunjung sembuh. Hingga akhirnya
Habib Alwi bin Abbas Al-Maliki selaku penasihat raja memberi saran untuk mengundang Habib Sholeh Tanggul. ”Di Indonesia ada Habib keramat bernama Al Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid Tanggul, undang beliau,” saran Habib Alwi kepada raja.
Baca Juga: Kisah Abah Guru Sekumpul Bertemu Nabi Muhammad SAW saat Ziarah di Madinah
Tanpa pikir panjang raja pun mengirim utusannya untuk mengundang Habib Sholeh Tanggul. Singkat cerita, Habib Sholeh pun tiba di Arab Saudi memenuhi undangan itu. Sang raja lantas menyiapkan jamuan besar-besaran untuk menyambut Habib Sholeh.
Habib Alwi pun menyambut Habib Sholeh dengan hangat hingga keduanya terlibat obrolan akrab layaknya kawan lama yang lama tidak bertemu. Pada saat bersamaan, anak raja yang cacat tadi rupanya sedang duduk di kursi.
Tak berselang lama, Habib Sholeh menghampiri anak itu dan ditepuk bagian belakangnya seraya berkata; "Bikher ente, bikher ente, Insya Allah bikher," begitulah kata Habib Sholeh.
Lihat Juga :