Kisah Raden Wijaya dan Tentara Tartar Lumpuhkan Kerajaan Kediri dalam 20 Hari

Kamis, 14 Maret 2024 - 07:34 WIB
loading...
Kisah Raden Wijaya dan...
Pasukan dari Raden Wijaya, pasukan Arya Wiraraja dari Madura, dan Pasukan Tartar lumpuhkan Kerajaan Kediri selama 20 hari. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A A A
Penaklukkan Kerajaan Kediri di bawah pemerintahan Jayakatwang konon memerlukan waktu sebulan saja. Saat itu tiga gabungan pasukan dari Raden Wijaya, pasukan Arya Wiraraja dari Madura, dan Pasukan Tartar China menjadi kekuatan menakutkan bagi Kediri.

Konon Pada bulan ketiga tahun 1293, setelah seluruh pasukan berkumpul di mulut Sungai Kali Mas, penyerbuan ke Kerajaan Daha bentukan Jayakatwang mulai dilancarkan. Kekuatan Kerajaan Kadiri di sungai tersebut dapat dilumpuhkan.

Di Sungai Kali Mas ini lebih dari 100 kapal berdekorasi kepala raksasa milik Kerajaan Kediri, dapat disita. Sementara seluruh prajurit dan pejabat yang mempertahankannya melarikan diri untuk bergabung dengan pasukan induknya.

Baca Juga: Kisah Sunan Gresik Sebarkan Kemuliaan Agama Islam di Kerajaan Majapahit

Hal itu dikutip dari "Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1527 M : Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno hingga Majapahit".

Peperangan besar baru terjadi pada hari ke-15 atau 20 Maret 1293 menurut berita China, bila dihitung semenjak pasukan Mongol mendarat dan membangun kekuatan di muara Kali Mas.

Dimana bala tentara gabungan Mongol dengan Raden Wijaya berhasil mendesak dan mengalahkan pasukan Kadiri atau Kediri yang menyongsong mereka.

Kekalahan ini menyebabkan sisa pasukan kembali melarikan diri untuk berkumpul di Daha, ibu kota Kadiri. Pasukan Ike Mese, Kau Hsing, dan Raden Wijaya melakukan pengejaran dan berhasil memasuki Daha beberapa hari kemudian.

Pada hari ke-19 terjadi peperangan yang sangat menentukan bagi Kerajaan Kadiri.Berkekuatan sekitar 10.000 pasukan Kediri berusaha mempertahankan istana kerajaan di bawah Jayakatwang sang penguasanya.

Baca Juga: Kisah Karamah Sunan Kalijaga, Bisa Mengubah Beras Jadi Pasir

Usaha pertempuran ini mulai dari pagi hingga siang hari ini tergolong sengit. Peperangan sengit ini diakui sedikit tak seimbang. Dalam peperangan ini dikatakan bahwa pasukan Mongol menggunakan meriam yang masih tergolong langka di dunia pada zaman itu.

Terjadi tiga kali pertempuran besar antara kedua kekuatan yang berseteru ini di keempat arah kota dan dimenangkan oleh pihak para penyerbu.Pasukan Kadiri atau Kediri terpecah dua bagian, sebagian menuju sungai dan tenggelam di sana.

Karena dihadang oleh orang-orang Mongol. Sedangkan sebagian yang lain, yakni sebanyak lebih kurang 5.000 pasukan dalam keadaan panik, dan akhirnya terbunuh setelah bertempur dengan tentara gabungan Mongol-Majapahit.

Ardharaja, pengkhianat Singasari yang juga anak Jayakatwang melarikan diri ke perbukitan di sekitar ibu kota, namun dapat ditangkap dan ditawan oleh pasukan Kau Hsing yang berkekuatan seribu orang.

Di akhir pertempuran, Jayakatwang menyadari kekalahannya dan melihat korban di pihaknya yang sudah terlalu banyak.Dia akhirnya mundur dan bertahan di dalam kota yang dikelilingi benteng.

Pada sore harinya ia memutuskan keluar dan menyerah, karena tidak melihat kemungkinan untuk mampu bertahan. Pertempuran lanjutan hanya akan membuat pasukannya tereliminasi total. Jayakatwang akhirnya menyerah dan ditawan oleh tentara Tartar.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Puluhan Pengusaha Katering...
Puluhan Pengusaha Katering di Kediri Tertipu 'Kerja Sama' Makan Gratis
Rekomendasi
Amanda Manopo Resmi...
Amanda Manopo Resmi Laporkan Pencemaran Nama Baik Demi Sang Buah Hati
Kembali Bertambah, 5...
Kembali Bertambah, 5 Orang Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer KDKMP/KNMP
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Berita Terkini
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved