alexametrics

Tak Tahan Lapar, Rambo Akhirnya Menyerah Setelah Dua Hari Kabur

loading...
Tak Tahan Lapar, Rambo Akhirnya Menyerah Setelah Dua Hari Kabur
Ali Amrin Hasibuan alias Rambo, tahanan Lapas Salambue, Padangsidimpuan, Sumut akhirnya berhasil ditangkap setelah kabur dari penjara. FOTO/iNews/Zia Nasution
A+ A-
PADANGSIDIMPUAN - Gara-gara tidak tahan lapar, pelarian Ali Amrin Hasibuan, tahanan kasus narkoba Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Salambue, Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut) berakhir. Laki-laki yang kerap disebut Rambo itu sudah kembali ke sel tahanannya.

Rambo diamankan di salah satu kebun milik warga tidak jauh dari LP. Saat itu, informasi yang diperoleh, Rambo keluar dari persembunyian karena kelaparan. Diduga, sejak melarikan dari dari lapas, dia kesulitan untuk mendapatkan makanan. Sakit, juga menjadi salah satu alasan Rambo untuk keluar dari persembunyiannya. Rambo diketahui mengalami cedera kaki setelah melompat tembok setinggi 7 meter saat kabur dari lapas.

Penangkapan Rambo berawal ketika petugas mendapat informasi dari masyarakat. Mendapatkan kabar itu, petugas yang sedang melakukan pencarian langsung mendatangi lokasi. Selanjutnya, Rambo langsung dibawa ke LP guna untuk tindakan penyelidikan.



Kepala Lapas Kelas II B Salambue, Haposan Silalahi mengatakan, sejak beberapa hari yang lalu, petugas di LP terus mencari Rambo, hingga melakukan penyisiran ke dalam hutan. "Terima kasih atas doa dan dukungannya," katanya, Rabu (19/9/2018).

Untuk diketahui, Ali Amrin Hasibuan alias Rambo, napi asal Desa Tanjung Botung, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padanglawas, kabur dengan memanjat tembok Lapas Salambue, Senin (17/9/2018). Rambo berhasil keluar dari bangunan setelah melewati pos jaga dan nekat memanjat dua lapis tembok. Rambo merupakan terpidana tujuh tahun penjara karena kasus narkoba.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak