Masjid Sunan Kalijaga, Masjid Mistis yang Tak Mempan Dibakar di Gunungkidul

Rabu, 13 Maret 2024 - 12:01 WIB
loading...
Masjid Sunan Kalijaga,...
Masjid Sunan Kalijaga di Dusun Blimbing, Kalurahan Girisekar Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Foto: MPI/Erfan Erlin
A A A
GUNUNGKIDUL - Kisah penyebaran Islam di Gunungkidul memang tak lepas dari sosok salah seorang wali, Sunan Kalijaga. Hampir di setiap sudut Gunungkidul, banyak ditemukan situs ataupun benda cagar budaya yang dipercaya peninggalan Sunan Kalijaga.

Beberapa tempat seperti sendang, petilasan ataupun masjid dijumpai di sejumlah kapanewon (kecamatan) di Gunungkidul. Setiap tempat tentu berkembang cerita misteri baik kala Sunan Kalijaga di tempat tersebut ataupun cerita lainnya

Salah satunya adalah Masjid Sunan Kalijaga yang ada di Dusun Blimbing, Kalurahan Girisekar Kapanewon Panggang, Gunungkidul. Masjid tersebut sampai saat ini masih kokoh berdiri meskipun sudah mengalami beberapa kali perbaikan atau renovasi.

Dari luar, masjid ini memang mirip dengan yang lainnya. Hanya saja yang membedakan adalah tiang-tiang yang ada di bangunan utama masjid. Di mana masjid ini memiliki 4 tiang yang berfungsi untuk menyangga atap tempat mustaqa (kubah) masjid.

Baca Juga: Masjid Tiban Ngawen, Masjid Terkecil Peninggalan Sunan Kalijaga dengan Pondasi Pantek Kayu Tanpa Paku

Sesepuh warga Dusun Blimbing, Atemo Sentono mengatakan tak ada yang tahu pasti kapan masjid tersebut didirikan. Hanya saja, berdasar cerita tutur yang diterimanya dari pendahulu, pertama kali bangunan yang didirikan bukan merupakan masjid, melainkan tajuk.

Tajuk adalah bangunan kecil untuk beribadah, yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu. “Tajuk didirikan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, untuk tempat beribadah Ki Pemanahan,” cerita Mbah Atemo, Rabu (13/3/2024).

Di sisi kanan atau sebelah selatan tajuk, ada sebuah sumur dengan kedalaman 15 meter. Dulu, sebelum direnovasi oleh warga, sumur ini tidak pernah mengering sekalipun di musim kemarau panjang.

Namun usai direnovasi, justru sumur tersebut bisa mengering ketika kemarau panjang.

Dua bangunan inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Masjid Sunan Kalijaga. Dua bangunan ini juga masih ada dan berfungsi dengan baik. Sumur tersebut masih dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus untuk kebutuhan masjid.

”Sumur itu pernah dibangun atau diperbaiki. Kalau masjid sudah dua kali dibangun,” terang dia.

Baca Juga: Kisah Pilu Pangeran Martapura, Raja Mataram Tersingkat Hanya Berkuasa 24 Jam

Atemo menceritakan, Ki Ageng Pemanahan atau yang memiliki nama muda Ki Bagus Kacung, berada di wilayah tersebut untuk menjalankan semedi demi mencari petunjuk mengenai wahyu keraton atas arahan Sunan Kalijaga.

Ki Bagus Kacung itu bersemedi atau bertapa di sebuah bukit dan oleh Sunan Kalijaga dibangunkan sebuah Tajuk untuk tempat salat Ki Ageng Pemanahan.

Selain memiliki cerita tentang Ki Ageng Pemanahan dan juga Kanjeng Sunan Kalijaga, masjid ini juga dipercaya sakral.

Bahkan di jaman penjajahan Belanda masjid ini tak mempan dibakar meskipun hanya berdinding anyaman bambu dan beratap genting dengan tiang dan kuda-kuda juga dari bambu.

Bahkan Belanda sudah berkali-kali membakar Tajuk tersebut dengan berbagai cara namun selalu gagal.

Kala itu, orang Belanda marah karena ketika hendak memburu orang yang dianggap bersalah, setiap kali bersembunyi di dalam tajuk selalu selamat. Melalui mata-mata Belanda, barulah diketahui bahwa tempat persembunyiannya berada di dalam tajuk.

“Sehingga agar tajuk tidak digunakan oleh warga untuk bersembunyi, maka Belanda berupaya membakar tajuk tersebut tapi selalu gagal,” ungkapnya.

Baca Juga: Kisah Pangeran Hanyakrawati, Putra Senopati yang Kematiannya Tinggalkan Misteri

Belanda akhirnya mendatangkan orang pintar untuk memecahkan misteri bagaimana agar Tajuk tersebut dibakar. Diperolehlah informasi jika untuk dapat membakar masjid tersebut, maka Belanda harus meletakkan mayat di dalamnya.

Hingga akhirnya Belanda melakukannya dan akhirnya masjid tersebut dapat dibakar. Sesuatu hal yang aneh terjadi, ketika atap masjid mulai terbakar, tiba-tiba kubah masjid yang bentuknya unik ini tiba-tiba terbang dan menghilang.

Dipercaya kubah masjid tersebut jatuh di telaga Ngloro, beberapa belas kilometer dari lokasi masjid. Dan kini kubah tersebut telah berubah menjadi batu. Saat hendak dibangun kembali, warga tak lagi memiliki kubah sebagai penutup atap.

Warga kemudian berinisiatif membelinya di wilayah Klaten. Atemo melanjutkan kisah, berangkatlah tiga tokoh warga hendak membeli kubah baru. Di tengah perjalanan tiga warga bertemu seseorang yang membawa kubah.

”Setelah niat membeli Kubah disampaikan, seseorang tersebut menawarkan kubah yang dibawanya,” sambung Atemo.

Terjadilah kesepakatan jual beli kubah tersebut. Namun, saat ketiga orang menunduk hendak mengambil uang yang diselipkan di balik baju, orang misterius penjual kubah menghilang. Ketiganya lantas menduga bahwa orang tersebut adalah Sunan Kalijaga.

Kubah itu tetap terpasang hingga saat ini. Kubah Masjid Sunan Kalijaga masih awet hingga saat ini. Serita lain yang hingga kini masih diyakini adalah warga dilarang untuk tidur di ruang tempat imam berdiri.

Karena suatu ketika ada seseorang yang tidak sengaja tidur di dalam ruang imam berdiri. Namun beberapa saat kemudian, orang tersebut dipindah oleh yang diyakini sebagai makhluk penjaga masjid ke luar area masjid, yaitu di dekat sumur.

”Ya sampai sekarang semacam ada larangan untuk tidur di dalam masjid,” terangnya.

Tokoh masyarakat Dusun Blimbing, Nur Cholish menambahkan, masyarakat sebaenarnya berkeinginan untuk memugar masjid tersebut. Namun demikian, masyarakat tetap ingin mempertahankan bentuk asli dari masjid tersebut termasuk tiang-tiang dan kubah masjid.

”Ya memang ada rencana, tetapi belum terlaksana karena masih mengumpulkan biaya,” tambahnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
DKM Raudhatul Jannah:...
DKM Raudhatul Jannah: Bantuan Sapi dari MNC Peduli Sangat Membantu Warga
Iduladha 2026, MNC Peduli...
Iduladha 2026, MNC Peduli Salurkan Hewan Kurban ke Masjid Raudhatul Jannah
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Inilah 4 Masjid yang...
Inilah 4 Masjid yang Harus Dikunjungi Jemaah Haji di Tanah Suci
Masjid Quba, Masjid...
Masjid Quba, Masjid Istimewa yang Dipuji Allah dalam Al-Qur'an
Rekomendasi
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved