Masa Kejayaan Mataram Islam, Gajah Jadi Kendaraan Sultan Agung
Sabtu, 09 Maret 2024 - 06:33 WIB
loading...
A
A
A
Apabila gong yang ada di pojok-pojok kota kereta dipukul, maka dalam setengah hari saja, akan berkumpul sekitar 200.000 orang yang bersenjata lengkap datang dari kampung-kampung, yang siap melaksanakan apa saja perintah raja.
Mengenai sifat sang Sultan Mataram ini utusan Belanda bernama Van Surck dan seorang saudagar bernama Balthasar Van Eydhoven yang pergi ke Mataram, untuk mengucapkan selamat kepada Sultan Agung atas pengangkatannya sebagai raja pemangku pemerintahan.
Baca Juga: Kisah Kegagalan Sultan Agung Islamkan Pulau Dewata
Mereka lantas memiliki kesan bahwa Sultan Agung adalah seorang raja yang tidak dapat dianggap remeh. Seorang raja yang memiliki dewan penasihat yang memerintah dengan keras dan memiliki kekuasaan yang besar.
Pada tahun 1622, utusan Belanda yang lain bernama H. De Haen lebih teliti lagi dalam menggambarkan sosok Sultan Agung. Menurutnya, Sultan Agung adalah seorang raja yang berada pada puncak kehidupannya, berusia sekitar 20-30 tahun.
Berbadan bagus, berkulit lebih hitam dibandingkan rata-rata orang Jawa, berhidung kecil, mulut datar dan agak lebar, kasar dalam berbahasa, berwajah tenang dan bulat. Selain itu, ia juga seorang yang cerdas, bila memandang sekeliling, tatapannya seperti singa.
Mengenai sifat sang Sultan Mataram ini utusan Belanda bernama Van Surck dan seorang saudagar bernama Balthasar Van Eydhoven yang pergi ke Mataram, untuk mengucapkan selamat kepada Sultan Agung atas pengangkatannya sebagai raja pemangku pemerintahan.
Baca Juga: Kisah Kegagalan Sultan Agung Islamkan Pulau Dewata
Mereka lantas memiliki kesan bahwa Sultan Agung adalah seorang raja yang tidak dapat dianggap remeh. Seorang raja yang memiliki dewan penasihat yang memerintah dengan keras dan memiliki kekuasaan yang besar.
Pada tahun 1622, utusan Belanda yang lain bernama H. De Haen lebih teliti lagi dalam menggambarkan sosok Sultan Agung. Menurutnya, Sultan Agung adalah seorang raja yang berada pada puncak kehidupannya, berusia sekitar 20-30 tahun.
Berbadan bagus, berkulit lebih hitam dibandingkan rata-rata orang Jawa, berhidung kecil, mulut datar dan agak lebar, kasar dalam berbahasa, berwajah tenang dan bulat. Selain itu, ia juga seorang yang cerdas, bila memandang sekeliling, tatapannya seperti singa.
Lihat Juga :