Ketua Bhayangkari Sulbar: Suku Bunggu Pasangkayu Ingin Kehidupan Lebih Baik
Senin, 04 Maret 2024 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
Suku Bunggu hidup berladang dan berpindah-pindah dengan membuka hutan dan membentuk sebuah komunitas atau perkampungan yang terdiri dari lima kepala keluarga (KK) atau maksimal 30 KK.
Baca Juga: Selain Dayak, Inilah Suku-suku yang Sangat Disegani Tradisinya
Rumah mereka dibangun di atas pohon yang tingginya dapat mencapai 20 meter. Bentuknya sangat sederhana, sehingga sering disebut sebagai rumah pohon.
Selain rumah pohon, mereka juga kadang membangun rumah sederhana model panggung setinggi 2-3 meter. Lantainya terbuat dari bilah bambu atau kulit kayu yang dikelupas serta beralaskan tikar daun nipah atau daun pohon sagu yang dianyam seadanya.
Karena keterbatasan alat, kedua jenis rumah ini hanya berdinding daun rotan, atau bahkan lebih banyak yang tidak berdinding.
Tiang-tiang rumah mereka adalah batangan kayu bulat utuh yang berukuran tidak terlalu besar. Untuk menyambungkan bagian satu dengan yang lainnya, tidak menggunakan paku, melainkan cukup hanya diikat rotan.
Suku Bunggu telah mengenal permusyawaratan adat. Selain menaati hukum pemerintah, mereka juga sangat taat terhadap hukum adat.
Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar Miranti Adang mengucapkan terima Kasih kepada seluruh masyarakat Suku Da'a di Dusun Saloraya Desa Gunung Sari dengan penyambutan yang sangat luar biasa.
”Saya Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar bersama rombongan sangat berterimah Kasih kepada seluruh masyarakat Suku Da'a Dusun Saloraya Desa Gunung Sari telah menyambut kami dengan luar biasa,” ucap Miranti Adang, Senin (4/3/2024).
Baca Juga: Selain Dayak, Inilah Suku-suku yang Sangat Disegani Tradisinya
Rumah mereka dibangun di atas pohon yang tingginya dapat mencapai 20 meter. Bentuknya sangat sederhana, sehingga sering disebut sebagai rumah pohon.
Selain rumah pohon, mereka juga kadang membangun rumah sederhana model panggung setinggi 2-3 meter. Lantainya terbuat dari bilah bambu atau kulit kayu yang dikelupas serta beralaskan tikar daun nipah atau daun pohon sagu yang dianyam seadanya.
Karena keterbatasan alat, kedua jenis rumah ini hanya berdinding daun rotan, atau bahkan lebih banyak yang tidak berdinding.
Tiang-tiang rumah mereka adalah batangan kayu bulat utuh yang berukuran tidak terlalu besar. Untuk menyambungkan bagian satu dengan yang lainnya, tidak menggunakan paku, melainkan cukup hanya diikat rotan.
Suku Bunggu telah mengenal permusyawaratan adat. Selain menaati hukum pemerintah, mereka juga sangat taat terhadap hukum adat.
Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar Miranti Adang mengucapkan terima Kasih kepada seluruh masyarakat Suku Da'a di Dusun Saloraya Desa Gunung Sari dengan penyambutan yang sangat luar biasa.
”Saya Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar bersama rombongan sangat berterimah Kasih kepada seluruh masyarakat Suku Da'a Dusun Saloraya Desa Gunung Sari telah menyambut kami dengan luar biasa,” ucap Miranti Adang, Senin (4/3/2024).
Lihat Juga :