Ketua Bhayangkari Sulbar: Suku Bunggu Pasangkayu Ingin Kehidupan Lebih Baik
Senin, 04 Maret 2024 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
”Kami laksanakan Bakti Sosial dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari ke 44 Tahun 2024, kami menyapa berkenalan dengan masyarakat Dusun Saloraya Desa Gunung Sari senang dan bahagia melihatnya, terima kasih banyak Kepala Suku Bapak Neso,” ujarnya.
Diakhir sambutanya Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar memberikan Pesan kepada anak-anak suku Da'a. “Berburulah banyak ilmu anak-anakku, supaya Sulbar makin maju,” pesannya.
Pemerhati seniman Pasangkayu Andi Latifa Arifin ini mengatakan, kunjungan Ibu Kapolda Miranti Adang Ginanjar ke kampung Bunggu luar merupakan langkah positif dalam memperluas dialog antara komunitas dalam.
Hal ini memungkinkan Ibu Kapolda untuk mendengarkan dan melihat langsung kebutuhan masyarakat bunggu serta memperkuat keterlibatan pemerintah dalam membangun hubungan yang lebih baik.
“Di tambah lagi penggunaan baju kulit kayu oleh Ibu Kapolda sendiri yang menunjukkan kearifan lokal masyarakat Bunggu dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujar Andi Latifa Arifin.
Andi Latifa Arifin menyebut, Suku Bunggu adalah potret kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Suku yang tinggal di kawasan pegunungan di Mamuju Utara ini punya berbagai keunikan, yang jarang dilakukan oleh manusia kebanyakan.
Di mana suku ini hidup di atas pohon dan memanfaatkan alam sebagai sumber penghidupannya.
”Saya bukan orang Bunggu asli, melihat Ibu Kapolda menggunakan baju kulit kayu, saya merasakan bahwa masyarakat Bunggu bangga dengan melihatnya, Ini juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi unik mereka yang patut dihargai dan dilestarikan,” ucapnya.
Diakhir sambutanya Ketua Bhayangkari Daerah Sulbar memberikan Pesan kepada anak-anak suku Da'a. “Berburulah banyak ilmu anak-anakku, supaya Sulbar makin maju,” pesannya.
Pemerhati seniman Pasangkayu Andi Latifa Arifin ini mengatakan, kunjungan Ibu Kapolda Miranti Adang Ginanjar ke kampung Bunggu luar merupakan langkah positif dalam memperluas dialog antara komunitas dalam.
Hal ini memungkinkan Ibu Kapolda untuk mendengarkan dan melihat langsung kebutuhan masyarakat bunggu serta memperkuat keterlibatan pemerintah dalam membangun hubungan yang lebih baik.
“Di tambah lagi penggunaan baju kulit kayu oleh Ibu Kapolda sendiri yang menunjukkan kearifan lokal masyarakat Bunggu dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujar Andi Latifa Arifin.
Andi Latifa Arifin menyebut, Suku Bunggu adalah potret kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Suku yang tinggal di kawasan pegunungan di Mamuju Utara ini punya berbagai keunikan, yang jarang dilakukan oleh manusia kebanyakan.
Di mana suku ini hidup di atas pohon dan memanfaatkan alam sebagai sumber penghidupannya.
”Saya bukan orang Bunggu asli, melihat Ibu Kapolda menggunakan baju kulit kayu, saya merasakan bahwa masyarakat Bunggu bangga dengan melihatnya, Ini juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi unik mereka yang patut dihargai dan dilestarikan,” ucapnya.
(ams)
Lihat Juga :