Penuhi Jaminan Sosial, Pelindo III Sabet Juara I Paritrana Award
Kamis, 13 Agustus 2020 - 06:19 WIB
loading...
Dodo Suharto, U.Saefudin Noer, Galuh Santi Utari dan Direktur SDM Pelindo III Edi Priyanto, dalam sesi Paritrana Award Tahun 2019. Foto/SINDONews/HO/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Komitmen Pelindo III dalam memenuhi jaminan sosial bagi seluruh karyawan beserta anak perusahaannya berbuah manis. Di tengah pandemi COVID-19, perusahaan BUMN ini diberikan penghargaan Paritrana Award Tahun 2019.
(Baca juga: Lereng Gunung Bromo Gempar, Ada Mayat Terbelah Dua )
Pelindo III meraih juara 1 Paritrana Award Tahun 2019, untuk Kategori Perusahaan Besar Peserta BPJamsostek , dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama dengan Kementerian Tenagakerja.
Gelaran Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Paritrana Award, merupakan apresiasi untuk pemerintah daerah dan para pelaku usaha yang memiliki komitmen serta dukungan terhadap pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III, U. Saefudin Noer, menilai bahwa raihan tersebut merupakan bentuk implementasi core value BUMN, yaitu amanah dengan memastikan memberikan pelayanan terbaik tidak hanya untuk mitra bisnis, namun juga para pegawainya melalui jaminan sosial.
"Hal itu sekaligus wujud loyalitas kepada negara dalam rangka untuk mendukung pemerintah khususnya di bidang ketenagakerjaan," katanya. (Baca juga: Janda Muda Jual 2 Teman Gadisnya untuk Beri Layanan Seks di Hotel )
Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Jawa Timur, Dodo Suharto yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kesungguhan Pelindo III dalam pelaksanaan jaminan sosial bagi pegawainya. Hal tersebut menjadikan Pelindo III sebagai ambassador kepatuhan penyelenggaraan jaminan sosial di Indonesia.
"Kami mengucapkan selamat kepada Pelindo III yang telah mendapatkan juara 1 penghargaan Paritrana Award dari pemerintah. Harapan kami Pelindo III bisa menjadi contoh perusahaan yang berada di Jawa Timur dalam penerapan penyelenggaran jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena pada saat ini jumlah pekerja yang telah terlindungi oleh BPJamsostek wilayah Jawa Timur baru mencapai 13% dari total tenaga kerja," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Cabang BPJamsostek Surabaya Tanjung Perak, Galuh Santi Utari mengucapkan selamat atas penghargaan yang didapatkan oleh Pelindo III. Menurutnya, Pelindo III merupakan salah satu perusahan platinum peserta BPJamsostek Surabaya Tanjung Perak.
Ia berharap, dengan terpilihnya menjadi juara 1 semakin meningkatkan kinerja dari Pelindo III dan menjadikan mandatory untuk semua rekanan maupun proyek yang ada di Pelindo III untuk didaftarkan di BPJamsostek Surabaya Tanjung Perak.
"Award ini juga diharapkan untuk bisa meningkatkan kepesertaan kepada anak perusahaan dan semua usaha yang dikelola oleh Pelindo III, untuk menjadi peserta kita," kata Galuh. (Baca juga: Demi Gaya Hidup, Gadis-gadis Belia Dijual untuk Layanan Seks )
Selain dalam bentuk Paritrana Award, BPJamsostek juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dalam bentuk peningkatan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), tanpa kenaikan iuran sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019.
Tak hanya itu, BPJamsostek juga memberikan manfaat lain berupa pelatihan bagi pekerja melalui program vokasi. Pelatihan kerja ini dapat diikuti oleh semua pekerja, baik pekerja Penerima Upah (PU) yang masih aktif maupun yang telah mengalami PHK, pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Sebagaimana diketahui, tahun ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan Paritrana Award. Tercatat, jumlah peserta yang mengikuti kompetisi ini terus mengalami peningkatan. Terdiri dari 34 Provinsi, 95 Kabupaten/Kota, 88 Perusahaan Besar, 99 Perusahaan Menengah dan 34 UKM.
Direktur Utama BPJamsostek , Agus Susanto, mengungkapkan, melalui Paritrana Award pihaknya ingin meningkatkan kesadaran dari pemerintah dan para pemberi kerja akan pentingnya jaminan sosial. Masing-masing memiliki peran yang krusial dalam penerapan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di daerahnya.
"Pemerintah berperan penting dalam menerbitkan regulasi, sedangkan pemberi kerja juga berperan penting melalui komitmennya untuk mendaftarkan seluruh tenaga kerja," tegasnya. (Baca juga: Cemburu Ada Aroma Sperma di Kursi, Pemuda Ini Bunuh Janda Cantik )
Berbeda dengan tahun sebelumnya, penganugrahan Paritrana Award kali ini digelar secara daring sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 di Indonesia. Namun hal ini tidak menyurutkan antusias dari para peserta, karena Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah juga turut hadir untuk membuka acara tersebut.
Proses penilaian Paritrana Award tahun 2019 ini telah dimulai semenjak bulan Januari 2020, melalui beberapa tahap mulai dari seleksi di tingkat provinsi, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi dan validasi di tingkat pusat, dan diakhiri dengan tahap wawancara.
Pada tahap wawancara, para kandidat diminta untuk memaparkan berbagai kebijakan dan inovasi yang telah mereka lakukan kepada tim juri yang terdiri dari Hotbonar Sinaga dan Chazali Husni Situmorang (Praktisi dan Ahli Jaminan Sosial), Riant Nugroho (Ahli Kebijakan Publik), Sonny Harry Budiutomo (Ahli Kependudukan) dan Rudy Prayitno (Unsur Serikat Pekerja).
Selain itu juga ada Soeprayitno (APINDO), Retno Pratiwi (Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan), Sri Purwaningsih (Direktur SUPD IV Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri), dan Zainudin (Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJamsostek ).
Dalam penilaian Paritrana Award tahun ini, BPJamsostek menambahkan beberapa kriteria dan menyesuaikan bobot penilaian yang bertujuan agar penjurian dapat dilakukan dengan lebih tepat dan akurat.
(Baca juga: Lereng Gunung Bromo Gempar, Ada Mayat Terbelah Dua )
Pelindo III meraih juara 1 Paritrana Award Tahun 2019, untuk Kategori Perusahaan Besar Peserta BPJamsostek , dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama dengan Kementerian Tenagakerja.
Gelaran Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Paritrana Award, merupakan apresiasi untuk pemerintah daerah dan para pelaku usaha yang memiliki komitmen serta dukungan terhadap pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III, U. Saefudin Noer, menilai bahwa raihan tersebut merupakan bentuk implementasi core value BUMN, yaitu amanah dengan memastikan memberikan pelayanan terbaik tidak hanya untuk mitra bisnis, namun juga para pegawainya melalui jaminan sosial.
"Hal itu sekaligus wujud loyalitas kepada negara dalam rangka untuk mendukung pemerintah khususnya di bidang ketenagakerjaan," katanya. (Baca juga: Janda Muda Jual 2 Teman Gadisnya untuk Beri Layanan Seks di Hotel )
Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Jawa Timur, Dodo Suharto yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kesungguhan Pelindo III dalam pelaksanaan jaminan sosial bagi pegawainya. Hal tersebut menjadikan Pelindo III sebagai ambassador kepatuhan penyelenggaraan jaminan sosial di Indonesia.
"Kami mengucapkan selamat kepada Pelindo III yang telah mendapatkan juara 1 penghargaan Paritrana Award dari pemerintah. Harapan kami Pelindo III bisa menjadi contoh perusahaan yang berada di Jawa Timur dalam penerapan penyelenggaran jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena pada saat ini jumlah pekerja yang telah terlindungi oleh BPJamsostek wilayah Jawa Timur baru mencapai 13% dari total tenaga kerja," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Cabang BPJamsostek Surabaya Tanjung Perak, Galuh Santi Utari mengucapkan selamat atas penghargaan yang didapatkan oleh Pelindo III. Menurutnya, Pelindo III merupakan salah satu perusahan platinum peserta BPJamsostek Surabaya Tanjung Perak.
Ia berharap, dengan terpilihnya menjadi juara 1 semakin meningkatkan kinerja dari Pelindo III dan menjadikan mandatory untuk semua rekanan maupun proyek yang ada di Pelindo III untuk didaftarkan di BPJamsostek Surabaya Tanjung Perak.
"Award ini juga diharapkan untuk bisa meningkatkan kepesertaan kepada anak perusahaan dan semua usaha yang dikelola oleh Pelindo III, untuk menjadi peserta kita," kata Galuh. (Baca juga: Demi Gaya Hidup, Gadis-gadis Belia Dijual untuk Layanan Seks )
Selain dalam bentuk Paritrana Award, BPJamsostek juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dalam bentuk peningkatan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), tanpa kenaikan iuran sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019.
Tak hanya itu, BPJamsostek juga memberikan manfaat lain berupa pelatihan bagi pekerja melalui program vokasi. Pelatihan kerja ini dapat diikuti oleh semua pekerja, baik pekerja Penerima Upah (PU) yang masih aktif maupun yang telah mengalami PHK, pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Sebagaimana diketahui, tahun ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan Paritrana Award. Tercatat, jumlah peserta yang mengikuti kompetisi ini terus mengalami peningkatan. Terdiri dari 34 Provinsi, 95 Kabupaten/Kota, 88 Perusahaan Besar, 99 Perusahaan Menengah dan 34 UKM.
Direktur Utama BPJamsostek , Agus Susanto, mengungkapkan, melalui Paritrana Award pihaknya ingin meningkatkan kesadaran dari pemerintah dan para pemberi kerja akan pentingnya jaminan sosial. Masing-masing memiliki peran yang krusial dalam penerapan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di daerahnya.
"Pemerintah berperan penting dalam menerbitkan regulasi, sedangkan pemberi kerja juga berperan penting melalui komitmennya untuk mendaftarkan seluruh tenaga kerja," tegasnya. (Baca juga: Cemburu Ada Aroma Sperma di Kursi, Pemuda Ini Bunuh Janda Cantik )
Berbeda dengan tahun sebelumnya, penganugrahan Paritrana Award kali ini digelar secara daring sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 di Indonesia. Namun hal ini tidak menyurutkan antusias dari para peserta, karena Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah juga turut hadir untuk membuka acara tersebut.
Proses penilaian Paritrana Award tahun 2019 ini telah dimulai semenjak bulan Januari 2020, melalui beberapa tahap mulai dari seleksi di tingkat provinsi, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi dan validasi di tingkat pusat, dan diakhiri dengan tahap wawancara.
Pada tahap wawancara, para kandidat diminta untuk memaparkan berbagai kebijakan dan inovasi yang telah mereka lakukan kepada tim juri yang terdiri dari Hotbonar Sinaga dan Chazali Husni Situmorang (Praktisi dan Ahli Jaminan Sosial), Riant Nugroho (Ahli Kebijakan Publik), Sonny Harry Budiutomo (Ahli Kependudukan) dan Rudy Prayitno (Unsur Serikat Pekerja).
Selain itu juga ada Soeprayitno (APINDO), Retno Pratiwi (Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan), Sri Purwaningsih (Direktur SUPD IV Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri), dan Zainudin (Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJamsostek ).
Dalam penilaian Paritrana Award tahun ini, BPJamsostek menambahkan beberapa kriteria dan menyesuaikan bobot penilaian yang bertujuan agar penjurian dapat dilakukan dengan lebih tepat dan akurat.
(eyt)
Lihat Juga :