Imbas Nyata Investasi di Bontang, Ratusan Tenaga Kerja Lokal Terserap
Sabtu, 01 November 2025 - 10:34 WIB
loading...
Realisasi investasi di Kota Bontang tidak hanya mencatat angka positif tetapi juga memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Foto: Ist
A
A
A
BONTANG - Realisasi investasi di Kota Bontang tidak hanya mencatat angka positif tetapi juga memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mencatatkan dampak positif masuknya investasi dari pelaku usaha yang mengeksekusi proyek di berbagai sektor hingga Triwulan III tahun 2025.
Data DPMPTSP Bontang menunjukkan dominasi pelaku usaha domestik, di mana dari 206 pelaku usaha non-UMK yang aktif, 196 di antaranya adalah PMDN dan hanya 10 merupakan Penanam Modal Asing (PMA). Kegiatan ini berhasil menyerap 307 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 10 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tersebar pada 330 proyek.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang Muhammad Aspiannur menggarisbawahi pentingnya data ini. "Artinya, investasi yang digerakkan oleh pelaku usaha lokal benar-benar memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat Bontang," ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Pemkot Bontang menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sektor industri dan membuka lebih banyak lapangan kerja. Upaya ini didukung dengan langkah konkret, yaitu menjaga iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan dan pendampingan usaha. “Terpenting juga pelayanan yang cepat dan transparan,” ucapnya.
Selain itu, Aspiannur juga menekankan pentingnya transparansi dengan mendorong para pelaku usaha agar disiplin menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mencatatkan dampak positif masuknya investasi dari pelaku usaha yang mengeksekusi proyek di berbagai sektor hingga Triwulan III tahun 2025.
Data DPMPTSP Bontang menunjukkan dominasi pelaku usaha domestik, di mana dari 206 pelaku usaha non-UMK yang aktif, 196 di antaranya adalah PMDN dan hanya 10 merupakan Penanam Modal Asing (PMA). Kegiatan ini berhasil menyerap 307 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 10 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tersebar pada 330 proyek.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang Muhammad Aspiannur menggarisbawahi pentingnya data ini. "Artinya, investasi yang digerakkan oleh pelaku usaha lokal benar-benar memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat Bontang," ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Pemkot Bontang menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sektor industri dan membuka lebih banyak lapangan kerja. Upaya ini didukung dengan langkah konkret, yaitu menjaga iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan dan pendampingan usaha. “Terpenting juga pelayanan yang cepat dan transparan,” ucapnya.
Selain itu, Aspiannur juga menekankan pentingnya transparansi dengan mendorong para pelaku usaha agar disiplin menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
(jon)
Lihat Juga :