UNY Klaim Tak Ada Tekanan, Mahasiswa Berharap Dosen dan Guru Besar Segera Bersikap

Rabu, 07 Februari 2024 - 19:38 WIB
loading...
UNY Klaim Tak Ada Tekanan,...
UNY jadi sorotan setelah rektorat mengeluarkan keputusan untuk membubarkan ajakan diskusi yang diajukan oleh mahasiswa pada Selasa (6/2/2024). Foto/MPI/Erfan Erlin
A A A
YOGYAKARTA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi salah satu universitas yang belum menyatakan sikap ataupun menyerukan seruan moral melihat kondisi demokrasi yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Tersiar kabar ada tekanan dari luar yang menginginkan agar pihak kampus tidak mengeluarkan statement apapun.

Kendati demikian, Sekretaris Direktorat Akademik Kemahasiswaan Alumni UNY Prof Guntur menepis hal tersebut. Guntur menyatakan tidak ada tekanan dari pihak manapun ke UNY. Karena UNY adalah kampus yang netral.

Baca juga: Tak Kantungi Izin Kampus, Ajakan Diskusi Agar UNY Bersikap Dibubarkan Rektorat

"Kita ASN. kita tidak ada tekanan apapun kita biasa aja ya," akunya.

Guntur mengatakan jika mereka yang berada di rektorat tidak ada tekanan apapun. Dan berkaitan dengan Pemilu 2024 maka pihaknya hanya akan mengikuti saja aturan pemerintah.



Oleh karena UNY adalah institusi pemerintah, maka pihaknya mengkuti saja regulasi pemerintah. Pihaknya mengikuti aturan KPU sebagai lembaga yang ditugaskan melaksanakan Pemilu.

"Dengan KPU ya oke. bahkan di sini diminta KPU untuk menjadi tempat TPS khusus bagi mahasiswa yang tidak bisa mudik. itu KPUD Sleman dengan kita sudah menyepakati kita hanya ketempatan," sebutnya.

Baca juga: Petisi Bulaksumur Guru-guru Besar UGM Beri Peringatan untuk Jokowi

Di sisi lain, dia juga menepis jika pihak kampus mengintimidasi mahasiswa untuk bersikap.

Jika kemudian ada mahasiswa yang merasa diintimidasi oleh oknum dosen maka dia meminta agar mahasiswa tersebut menyebut siapa nama dosennya sehingga bisa ditindaklanjuti.

Dia mengatakan terkait dengan pembubaran aksi yang dilakukan oleh mahasiswa dilakukan karena kegiatan tersebut tidak mengantongi izin. Jika memang sudah membuat surat pemberitahuan tentang diskusi kegiatan maka harus jelas siapa penggagasnya.

"Aksi itu temanya apa? terus saya bilang ini atas nama siapa kegiatannya karena di bidang kemahasiswaan dan alumni artinya membawahi kegiatan pembinaan para mahasiswa dan alumni," ujarnya.

"Kami tahu itu aliansi dari mahasiswa tetapi bukan organ dari UNY. Ya kami percaya terus tanya izinnya. Semua kegiatan kemahasiswaan ada proposalnya. Kita izinkan dan harus ada tanda tangan dosen pendamping. Lha tak tanya siapa pendampingnya enggak ada," ujar Guntur.

Terpisah, Ketua BEM UNY Farras Raihan, mengatakan dosen dan guru besar ilmunya pasti jauh di atas para mahasiswa. Sehingga mahasiswa mengajak para dosen dam guru besar untuk turut berdiskusi. Harapannya UNY menyikapi situasi demokrasi saat ini dan menyatakan keberpihakan.

"Kami itu berencana mengajak para dosen dan guru besar untuk segera bersuara berkaitan dengan situasi terkini demokrasi di tanah air, " ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
Gelar Hening Cipta dan...
Gelar Hening Cipta dan Doa Kebangsaan, PB HMI Komitmen Kawal Demokrasi
Serukan Semua Pihak...
Serukan Semua Pihak Menahan Diri, Analis Intelijen: Masa Depan Indonesia Masih Panjang
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Rekomendasi
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Berita Terkini
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Infografis
Rusia Serang Ukraina...
Rusia Serang Ukraina Besar-besaran dengan 120 Rudal dan 90 Drone
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved