Bio Farma Klaim Halal Vaksin Sinovach Walau Belum Diuji MUI

Rabu, 12 Agustus 2020 - 14:50 WIB
loading...
Bio Farma Klaim Halal...
Bio Farma menyebut, bahan baku vaksin sinovac asal China yang saat ini sedang diuji klinis di Bandung menggunakan bahan baku halal. (Foto/SINDONews/Dok)
A A A
BANDUNG - Bio Farma menyebut bahwa bahan baku Vaksin Sinovach asal China yang saat ini sedang diuji klinis di Bandung menggunakan bahan baku halal.

Walaupun begitu, untuk mendapat sertifikasi halal, pihaknya harus mendapat pengujian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Vaksin ini menggunakan bahan baku halal. Tapi untuk spesifikasinya, itu kewenangan MUI. Mereka yang akan tentukan. Tentu kami akan lakukan sertifikasi," kata Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto, Rabu (12/8/2020).(BACA JUGA: Bupati Aceh Singkil dan Istrinya Positif COVID-19)

Terkait proses, kata dia, akan tergantung sistemnya. Karena perlu dilihat proses dan lainnya. Bahkan tim Indonesia baik MUI atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mesti ke Sinovach untuk mengaudit. Dalam kondisi normal, proses sertifikasi halal bisa enam hingga 1 tahun. Namun karena pandemi, dia berharap bisa 1 bulan.

Kepala Divisi Surveillance dan Uji Klinis Novilia S Bachtiar mengatakan, terkait sertifikasi halal, sejak kerja sama dengan Sinovach pihaknya sudah koordinasi dengan MUI. Bahkan beberapa kali melakukan koordinasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bentuk Herd Immunity,...
Bentuk Herd Immunity, 402 Anak Ikuti Serbuan Vaksin COVID-19 di Korem 072/Pamungkas
1,4 Juta Dosis Vaksin...
1,4 Juta Dosis Vaksin Gelombang II Segera Tiba, Ini Skenarionya Menurut Ganjar
Libatkan 4.000 Orang,...
Libatkan 4.000 Orang, Uji Klinis Vaksin Anhui Bakal Dilakukan di Jakarta dan Bandung
Takut Jarum Suntik,...
Takut Jarum Suntik, Ketua DPRD Seruyan Peluk Erat sang Istri saat Divaksin
Kapolda Jabar Ancam...
Kapolda Jabar Ancam Ambil Langkah Hukum bagi Provokator Vaksinasi COVID-19
Tahap Pertama, 3.987...
Tahap Pertama, 3.987 Nakes Kabupaten Semarang Siap Divaksin
Mulai Uji Klinis, Apakah...
Mulai Uji Klinis, Apakah Vaksin Merah Putih Digunakan sebagai Booster atau Primer?
Vaksin Merah Putih Karya...
Vaksin Merah Putih Karya Anak Bangsa Segera Lakukan Uji Praklinis
Masuk Tahap Pra Klinis,...
Masuk Tahap Pra Klinis, Bio Farma Antisipasi Kegagalan Vaksin Merah Putih
Rekomendasi
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved