Tiba di Lampung, Mahfud MD dan Yenny Wahid Ziarah Makam Al-Mursyid KH Ahmad Shodiq
Rabu, 31 Januari 2024 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
”Kiai Ahmad Shodiq ini adalah temannya Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Presiden Republik Indonesia yang ke-4. Nah sekarang beliau juga almarhum, dulu sering ke sini dan saya juga pernah beberapa kali ke sini,” ujar Mahfud mengawali pidatonya.
Menko Polhukam tersebut kemudian memotivasi para santri dengan menyampaikan bahwa para santri merupakan generasi muda tunas bangsa yang akan memimpin Indonesia ke depan. Mahfud memastikan para santri bisa menjadi pemimpin bangsa.
Dan itu telah dibuktikan oleh Gus Dur yang menjadi presiden, kemudian Kiai Ma'ruf Amin yang jadi wakil presiden dan dirinya yang pernah menjadi Menteri Pertahanan, Menteri Kehakiman, Ketua MK serta Menko Polhukam.
”Saya lulusan pesantren juga, saya sejak kecil saya menjadi santri di pesantren Al-Mardiyah di Madura, ternyata bisa jadi Menko Polhukam, bisa menjadi Menteri Pertahanan, lalu jadi menjadi Menteri Kehakiman,” jelasnya.
”Di zaman SBY menjadi Ketua MK dan di zaman pak Jokowi Menko Polhukam. Artinya apa pesantren itu jangan dianggap remeh, pesantren itu melahirkan tokoh-tokoh besar yang bisa membawa Indonesia lebih maju,” ucapnya.
Menuruut dia, kalau orang pesantren yang memimpin kemajuan Indonesia bukan hanya maju fisiknya saja tapi juga moralnya. ”Karena di pesantren orang diajari akhlak dulu sebelum diajari ilmu-ilmu yang sifatnya keterampilan,” pesannya.
Menko Polhukam tersebut kemudian memotivasi para santri dengan menyampaikan bahwa para santri merupakan generasi muda tunas bangsa yang akan memimpin Indonesia ke depan. Mahfud memastikan para santri bisa menjadi pemimpin bangsa.
Dan itu telah dibuktikan oleh Gus Dur yang menjadi presiden, kemudian Kiai Ma'ruf Amin yang jadi wakil presiden dan dirinya yang pernah menjadi Menteri Pertahanan, Menteri Kehakiman, Ketua MK serta Menko Polhukam.
”Saya lulusan pesantren juga, saya sejak kecil saya menjadi santri di pesantren Al-Mardiyah di Madura, ternyata bisa jadi Menko Polhukam, bisa menjadi Menteri Pertahanan, lalu jadi menjadi Menteri Kehakiman,” jelasnya.
”Di zaman SBY menjadi Ketua MK dan di zaman pak Jokowi Menko Polhukam. Artinya apa pesantren itu jangan dianggap remeh, pesantren itu melahirkan tokoh-tokoh besar yang bisa membawa Indonesia lebih maju,” ucapnya.
Menuruut dia, kalau orang pesantren yang memimpin kemajuan Indonesia bukan hanya maju fisiknya saja tapi juga moralnya. ”Karena di pesantren orang diajari akhlak dulu sebelum diajari ilmu-ilmu yang sifatnya keterampilan,” pesannya.
(ams)
Lihat Juga :