Ketua Pemuda Adat Papua Tegaskan NKRI Sudah Final
Kamis, 30 April 2020 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga mengucapkan terimakasih atas kinerja TNI/Polri yang telah menyalurkan bantuan sambako dan bahan makanan kepada masyarakat terdampak pembatasan aktivitas akibat COVID-19.
"Kami sampaikan terima kasih kapada Pemprov Papua atas penanganan COVID-19, dan mendukung Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih dan juga instansi lain yang telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19. Sehingga hal ini patut menjadi perhatian kita bersama. Bersama kita bisa lawan COVID-19," tandasnya.
Sementara Marianus Komanik mengaku jika 57 tahun peringatan integralnya Papua kedalam NKRI harus juga dibarengi dengan perbaikan pelayanan pemerintah kepada rakyat Papua.
"Papua dengan Indonesia sudah final. Warga dan masyarakat Papua adalah warga negara Indonesia. Harus ada perbaikan pelayanan pemerintah. Ada jaminan sosial dan pembangunan ekonomi yang baik kepada warga Papua, agar rasa dimiliki sebagai warga Indonesia itu terus ada," tegasnya.
Dia pun tegas menolak gerakan peringatan 1 Mei dalam sebuah aksi yang melibatkan banyak massa. "Kita harus mendukung langkah pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Untuk itu, semua kegiatan- kegiatan yang mengumpulkan banyak orang untuk ditiadakan," katanya.
"Kami sampaikan terima kasih kapada Pemprov Papua atas penanganan COVID-19, dan mendukung Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih dan juga instansi lain yang telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19. Sehingga hal ini patut menjadi perhatian kita bersama. Bersama kita bisa lawan COVID-19," tandasnya.
Sementara Marianus Komanik mengaku jika 57 tahun peringatan integralnya Papua kedalam NKRI harus juga dibarengi dengan perbaikan pelayanan pemerintah kepada rakyat Papua.
"Papua dengan Indonesia sudah final. Warga dan masyarakat Papua adalah warga negara Indonesia. Harus ada perbaikan pelayanan pemerintah. Ada jaminan sosial dan pembangunan ekonomi yang baik kepada warga Papua, agar rasa dimiliki sebagai warga Indonesia itu terus ada," tegasnya.
Dia pun tegas menolak gerakan peringatan 1 Mei dalam sebuah aksi yang melibatkan banyak massa. "Kita harus mendukung langkah pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Untuk itu, semua kegiatan- kegiatan yang mengumpulkan banyak orang untuk ditiadakan," katanya.
(shf)
Lihat Juga :