alexametrics

Survei PRC Menyebut Eramas Mampu Meraih 48,7% Suara Sedangkan Djoss 38,3%

loading...
Survei PRC Menyebut Eramas Mampu Meraih 48,7% Suara Sedangkan Djoss 38,3%
Direktur PRC, Rio Prayogo (berdiri) sedang memaparkan hasil survei yang dilakukannya akhir bulan Maret, di Medan, Senin (16/4/2018). SINDOnews/M Andi Yusri
A+ A-
MEDAN - Survei Politika Research Center (PRC) menyebutkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) menghasilkan dukungan publik pada masing-masing pasangan calon (paslon). Yakni paslon nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) meraih 48,7% sedangkan paslon nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) sebesar 38,3%.

Hasil itu mengacu dari nilai kemampuan, karakteristika, dan kepribadian Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Sumut. Bahkan tiga aspek kepemimpinan ini yang menjadi sorotan utama dalam survei yang diselenggarakan oleh PRC.

Direktur PRC, Rio Prayogo menjelaskan berdasarkan kemampuan, karakteristik dan kepribadian Cagub-Cawagub Sumut dalam simulasi dua pasang, Eramas mendapat dukungan publik 48,7%. Sedangkan Djoss 38,3%.

"Dukungan dari pemilih JR Saragih-Ance Selian sebagian besar beralih ke pasangan Djoss," jelasnya dalam press release di Medan, Senin 16 April 2018.

Dipaparkannya, mayoritas pemilih sudah menetap dengan pilihannya dan tidak lebih dari 35% pemilih yang mengaku mungkin mengubah pilihan atau belum menentukan pilihan.

"Adapun faktor yang cukup dominan mengubah pilihan publik adalah tawaran program pasangan lawan lebih meyakinkan untuk perubahan Sumut yang lebih baik," terangnya.

Menurut Rio Prayogo, aspek kemampuan yang diteliti berkaitan dengan penyelesaian ketimpangan sosial, pengentasan kemiskinan, perbaikan infrastruktur, penanggulangan premanisme, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), pengelola Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan, perwujudan tata kelola pemerintahan yang bersih, peningkatan kemandirian dan daya saing daerah, dan pengalaman dalam memimpin pemerintahan.

Dia menuturkan aspek karakteristik menyoroti ciri khas pasangan Cagub-Cawagub dalam hal menghargai perbedaan, adil dan mampu merangkul semua pihak, menguasai masalah pembangunan, dapat dipercaya, rendah hati dan mengayomi masyarakat, berpengalaman dalam memimpin, kaya gagasan dalam memajukan daerah, dan keserasian dan saling melengkapi sebagai pasangan Cagub-Cawagub.

Dikatakannya, kepribadian yang dimaksud meliputi sikap jujur dan anti korupsi, bijaksana dan tegas dalam mengambil keputusan, ramah dan komunikatif kepada masyarakat, sederhana dalam hidup, dan mudah diminta menghadiri acara yang dibuat masyarakat.

"Survei ini berlangsung akhir bulan Maret 2018 lalu bertujuan untuk mengukur persepsi publik berkaitan dengan figur atau sosok pemimpin yang dirindukan masyarakat Sumut lima tahun ke depan," pungkasnya.
(sms)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak