Terbelit Utang! Penyebab Guru SD di Malang Racuni Istri dan Anak Lalu Bunuh Diri
Rabu, 10 Januari 2024 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Namun pihaknya belum menemukan adanya unsur pemaksaan meminum racun obat nyamuk oleh korban S dan R, satu dari dua anak W dan S, pasangan suami istri (pasutri).
Baca juga: Mencengangkan! Ini Pesan Guru SD di Malang yang Tewas Bunuh Diri Bersama Istri dan Anak
"Kalau pemaksaan kalau kekerasan bisa dipastikan tidak ada, dibuktikan dengan kegiatan visum, biasanya kalau ada kekerasan berarti kan maksudnya kan ada perlawanan, itu tidak ada bekas cakaran, tidak ada bekas lebam, tidak ada," jelasnya.
"Jadi kalau boleh kami berpendapat, mungkin pada saat menuangkan anti nyamuk tersebut Itu dicampur dengan teh kotak, untuk menghilangkan rasa apa, rasa sepet, rasa pahit, dan lain sebagainya untuk menghilangkan aroma sepet, sedikit mungkin ada tipu daya (dari W), sehingga almarhum saudara S dan R minum," tambahnya.
Dari temuan hasil laboratorium forensik tersebut, nantinya kepolisian akan melaksanakan gelar perkara guna menentukan adakah unsur tindak pidana yang terjadi, sebelum nanti memutuskan perkara ini dilanjutkan atau tidak karena terduga pelaku berinisial W telah meninggal.
"Karena ini kan juga baru saja keluar hasilnya, kami akan melaksanakan gelar perkara, apakah ada peristiwa pidana atau tidak Itu ada," tandasnya.
Baca juga: Mencengangkan! Ini Pesan Guru SD di Malang yang Tewas Bunuh Diri Bersama Istri dan Anak
"Kalau pemaksaan kalau kekerasan bisa dipastikan tidak ada, dibuktikan dengan kegiatan visum, biasanya kalau ada kekerasan berarti kan maksudnya kan ada perlawanan, itu tidak ada bekas cakaran, tidak ada bekas lebam, tidak ada," jelasnya.
"Jadi kalau boleh kami berpendapat, mungkin pada saat menuangkan anti nyamuk tersebut Itu dicampur dengan teh kotak, untuk menghilangkan rasa apa, rasa sepet, rasa pahit, dan lain sebagainya untuk menghilangkan aroma sepet, sedikit mungkin ada tipu daya (dari W), sehingga almarhum saudara S dan R minum," tambahnya.
Dari temuan hasil laboratorium forensik tersebut, nantinya kepolisian akan melaksanakan gelar perkara guna menentukan adakah unsur tindak pidana yang terjadi, sebelum nanti memutuskan perkara ini dilanjutkan atau tidak karena terduga pelaku berinisial W telah meninggal.
"Karena ini kan juga baru saja keluar hasilnya, kami akan melaksanakan gelar perkara, apakah ada peristiwa pidana atau tidak Itu ada," tandasnya.
Lihat Juga :