Terbelit Utang! Penyebab Guru SD di Malang Racuni Istri dan Anak Lalu Bunuh Diri
Rabu, 10 Januari 2024 - 13:20 WIB
loading...
Polisi melakukan olah TKP di rumah guru sekeluarga tewas di Malang, Jawa Timur karena bunuh diri. Foto/MPI/Avirista Midaada
A
A
A
MALANG - Peristiwa guru SD sekeluarga yang tewas bunuh diri di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur akhirnya terungkap berdasarkan uji laboratorium forensik, tes sampel DNA dan autopsi.
Guru SD bernama Wahaf Efendi atau W (44) yang berdomisili di Gang Sunan Drajad, RT 3 RW 10, Dusun Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, diketahui membunuh istri dan satu anaknya terlebih dahulu sebelum bunuh diri menyayatkan pisau.
Baca juga: 8 Fakta Mengejutkan Kematian Guru SD Sekeluarga di Malang, Nomor 7 Pesan Memilukan
Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menyatakan, kepastian itu diperoleh setelah kepolisian melakukan uji laboratorium forensik mengenai beberapa temuan darah, sampel minuman, dan sampah bekas obat anti nyamuk, yang ditemukan di sampah rumah korban pada Selasa (12/12/2023) lalu.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik tersebut, sudah jelas bahwa yang meminumkan memegang gelas terakhir (ke istrinya inisial S dan anaknya R) almarhum Bapak W. Jadi tidak ada campur tangan almarhumah R maupun almarhumah S," ungkap Gandha Syah Hidayat, saat ditemui di Mapolres Malang, pada Rabu (10/1/2024).
Bukti pemeriksaan laboratorium forensik ini sekaligus memperkuat bahwa WE membunuh istri dan anaknya terlebih dahulu, sebelumnya akhirnya menyayatkan pisau hingga sempat sekarat dan tewas saat perjalanan ke rumah sakit.
Guru SD bernama Wahaf Efendi atau W (44) yang berdomisili di Gang Sunan Drajad, RT 3 RW 10, Dusun Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, diketahui membunuh istri dan satu anaknya terlebih dahulu sebelum bunuh diri menyayatkan pisau.
Baca juga: 8 Fakta Mengejutkan Kematian Guru SD Sekeluarga di Malang, Nomor 7 Pesan Memilukan
Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menyatakan, kepastian itu diperoleh setelah kepolisian melakukan uji laboratorium forensik mengenai beberapa temuan darah, sampel minuman, dan sampah bekas obat anti nyamuk, yang ditemukan di sampah rumah korban pada Selasa (12/12/2023) lalu.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik tersebut, sudah jelas bahwa yang meminumkan memegang gelas terakhir (ke istrinya inisial S dan anaknya R) almarhum Bapak W. Jadi tidak ada campur tangan almarhumah R maupun almarhumah S," ungkap Gandha Syah Hidayat, saat ditemui di Mapolres Malang, pada Rabu (10/1/2024).
Bukti pemeriksaan laboratorium forensik ini sekaligus memperkuat bahwa WE membunuh istri dan anaknya terlebih dahulu, sebelumnya akhirnya menyayatkan pisau hingga sempat sekarat dan tewas saat perjalanan ke rumah sakit.
Lihat Juga :