Berkat Cak Machfud, Langgar Bersejarah KH Hasan Gipo Kembali Hidup
Selasa, 11 Agustus 2020 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Namun sejak Idul Adha lalu, Langgar Gipo tampak kembali cantik. Kondisi rumah ibadah berarsitektur kolonial ini kembali hidup. Pilar-pilar yang tampak berkarat kembali berwarna. Jendela-jendela langgar kembali berfungsi. Terlihat ada revitalisasi yang dilakukan. Namun tentu, pemugaran tetap menjaga khas sejarah Langgar Gipo.
Zein mengatakan, pemugaran Langgar Gipo atas inisiasi Machfud Arifin. “Alhamdulillah Pak Machfud Arifin membantu kami. Kami mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya pada Langgar Perjuangan Gipo. Dia sangat membantu dengan terlibat langsung dalam memperbaiki Langgar Gipo,” ungkapnya.
Selain revitalisasi, kawasan sekitar Langgar Gipo menjadi tempat wisata bersejarah. Inisiatif Machfud Arifin ini merupakan panggilan hati setelah melihat bangunan tersebut tampak tidak terurus. "Kita ingin tempat bersejarah seperti Langgar Gipo mendapat perhatian. Sayang kalau terbengkalai. Alhamdulillah kami punya tujuan yang sama untuk menghidupkan kembali Langgar Gipo. Bangunan bersejarah ini harus kembali hidup dan mendapat perhatian," katanya.
Secara simbolis, Machfud Arifin menjadikan Langgar Gipo tempat penyerahan 226 kurban untuk Idul Adha. Bahkan Machfud Arifin mengurbankan seekor hewan kurban atas nama KH Hasan Gipo.
Kepedulian Machfud Arifin ini mendapat apresiasi dari keluarga dan ahli waris. Bani Sakhifudin ketujuh atau keluarga dari KH Hasan Gipo, M Yamin Gipo berharap Machfud Arifin bisa terus memberi perhatian kepada bangunan bersejarah ini. “Pak Machfud Arifin lah yang membawa perubahan ini. Dia peduli kepada situs sejarah," katanya.
Zein mengatakan, pemugaran Langgar Gipo atas inisiasi Machfud Arifin. “Alhamdulillah Pak Machfud Arifin membantu kami. Kami mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya pada Langgar Perjuangan Gipo. Dia sangat membantu dengan terlibat langsung dalam memperbaiki Langgar Gipo,” ungkapnya.
Selain revitalisasi, kawasan sekitar Langgar Gipo menjadi tempat wisata bersejarah. Inisiatif Machfud Arifin ini merupakan panggilan hati setelah melihat bangunan tersebut tampak tidak terurus. "Kita ingin tempat bersejarah seperti Langgar Gipo mendapat perhatian. Sayang kalau terbengkalai. Alhamdulillah kami punya tujuan yang sama untuk menghidupkan kembali Langgar Gipo. Bangunan bersejarah ini harus kembali hidup dan mendapat perhatian," katanya.
Secara simbolis, Machfud Arifin menjadikan Langgar Gipo tempat penyerahan 226 kurban untuk Idul Adha. Bahkan Machfud Arifin mengurbankan seekor hewan kurban atas nama KH Hasan Gipo.
Kepedulian Machfud Arifin ini mendapat apresiasi dari keluarga dan ahli waris. Bani Sakhifudin ketujuh atau keluarga dari KH Hasan Gipo, M Yamin Gipo berharap Machfud Arifin bisa terus memberi perhatian kepada bangunan bersejarah ini. “Pak Machfud Arifin lah yang membawa perubahan ini. Dia peduli kepada situs sejarah," katanya.
(shf)
Lihat Juga :