Alasan KPU Banten Simulasikan Pilpres Hanya Cantumkan 2 Paslon di Surat Suara
Kamis, 04 Januari 2024 - 08:31 WIB
loading...
Proses simulasi Pemilihan Umum (Pemilu) di wilayah Baduy, Lebak, Banten. Foto/Dok.Sindonews
A
A
A
SERANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten buka suara terkait ramainya proses simulasi pemilihan yang hanya mencantumkan dua pasangan calon pada surat suara pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Ketua KPU Banten, Mohammad Ihsan mengatakan bahwa simulasi bertujuan untuk mengedukasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), agar mereka mendapatkan referensi untuk memberikan pemahaman yang utuh disampaikan ke petugas KPPS.
"Simulasi ini juga menerangkan secara detail bagaimana memberikan pelayanan di tempat pemungutan suara (TPS) untuk masyarakat atau pemilih yang memiliki hak suara," ungkap Mohammad Ihsan dalam siaran persnya, Kamis, 4 Januari 2024.
Ihsan juga menegaskan bahwa surat suara yang dipakai merupakan surat suara yang dirancang khusus untuk keperluan simulasi, sehingga tidak menggunakan simbol, warna dan unsur lain yang melekat pada peserta pemilu yang sesungguhnya.
"Alasannya agar tidak di salahgunakan untuk membangun persepsi pemilih untuk memilih calon tertentu," kata Ihsan.
Ketua KPU Banten, Mohammad Ihsan mengatakan bahwa simulasi bertujuan untuk mengedukasi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), agar mereka mendapatkan referensi untuk memberikan pemahaman yang utuh disampaikan ke petugas KPPS.
"Simulasi ini juga menerangkan secara detail bagaimana memberikan pelayanan di tempat pemungutan suara (TPS) untuk masyarakat atau pemilih yang memiliki hak suara," ungkap Mohammad Ihsan dalam siaran persnya, Kamis, 4 Januari 2024.
Ihsan juga menegaskan bahwa surat suara yang dipakai merupakan surat suara yang dirancang khusus untuk keperluan simulasi, sehingga tidak menggunakan simbol, warna dan unsur lain yang melekat pada peserta pemilu yang sesungguhnya.
"Alasannya agar tidak di salahgunakan untuk membangun persepsi pemilih untuk memilih calon tertentu," kata Ihsan.
Lihat Juga :