Pengamat Sebut Figur Perempuan Masih Dibutuhkan di Surabaya
Minggu, 09 Agustus 2020 - 15:16 WIB
loading...
Pilwali Surabaya 2020 dilaksanakan akhir tahun ini. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Empat bulan jelang Pilwali Surabaya 2020, bursa calon wakil wali kota kian memanas. Pertarungan bukan lagi soal siapa calon wali kota yang akan tampil, mengingat posisi ini hampir pasti milik Machfud Arifin yang bakal diusung koalisi besar parpol dan kandidat dari PDIP.
Direktur Index Indonesia, Andy Agung Prihatna menuturkan, jika akhirnya slot calon wali kota hanya diisi kandidat dari laki-laki, sebaiknya calon wakil dari kalangan perempuan. Mengingat dalam satu dekade, 2010-2020, Surabaya mencapai prestasi hebat bersama wali kota perempuan, Tri Rismaharini alias Risma. (Baca: Meski Hasil Survei Tinggi, Warga Surabaya Enggan Pilih Eri Cahyadi)
"Kalau kemudian yang bertanding di Surabaya hanya laki-laki, itu alamat menafikkan histori secara empirik kepemimpinan perempuan selama satu dekade yang menunjukkan kemajuan luar biasa," katanya dalam diskusi online, Minggu (9/8/2020).
Sangat disayangkan, lanjutnya, tidak ada satu pun di antara para kandidat yang perempuan. "Terlalu ekstrem dari kepemimpinan perempuan langsung semua ke laki-laki," sambung Agung yang turut memerakarsai metode quick count di Indonesia itu.
Terlebih, masyarakat Jatim bisa menerima perempuan sebagai pemimpin. Dari data yang dibeber Agung, tercatat ada 79 perempuan pemimpin pemerintahan diIndonesia. Rinciannya, gubernur (1), wakil gubernur (2), bupati/wali kota (43), dan wakil bupati/wakil wali kota (32).
Direktur Index Indonesia, Andy Agung Prihatna menuturkan, jika akhirnya slot calon wali kota hanya diisi kandidat dari laki-laki, sebaiknya calon wakil dari kalangan perempuan. Mengingat dalam satu dekade, 2010-2020, Surabaya mencapai prestasi hebat bersama wali kota perempuan, Tri Rismaharini alias Risma. (Baca: Meski Hasil Survei Tinggi, Warga Surabaya Enggan Pilih Eri Cahyadi)
"Kalau kemudian yang bertanding di Surabaya hanya laki-laki, itu alamat menafikkan histori secara empirik kepemimpinan perempuan selama satu dekade yang menunjukkan kemajuan luar biasa," katanya dalam diskusi online, Minggu (9/8/2020).
Sangat disayangkan, lanjutnya, tidak ada satu pun di antara para kandidat yang perempuan. "Terlalu ekstrem dari kepemimpinan perempuan langsung semua ke laki-laki," sambung Agung yang turut memerakarsai metode quick count di Indonesia itu.
Terlebih, masyarakat Jatim bisa menerima perempuan sebagai pemimpin. Dari data yang dibeber Agung, tercatat ada 79 perempuan pemimpin pemerintahan diIndonesia. Rinciannya, gubernur (1), wakil gubernur (2), bupati/wali kota (43), dan wakil bupati/wakil wali kota (32).
Lihat Juga :