Rampok dan Bunuh Mahasiswi, Pedagang Asongan Tewas Ditembak Polisi
Selasa, 14 April 2020 - 17:42 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, pada mayat korban ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kuat dugaan korban meninggal dunia akibat perbuatan orang lain dan selanjutnya keluarga korban membuat pengaduan ke Polsek Pancurbatu. Kemudian, setelah diketahui informasi penemuan mayat, polisi melakukan olah TKP.
Selanjutnya mayat korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan ntuk dilakukan autopsi danReskrim Polrestabes Medan membentuk Tim Gabungan untuk melakukan penyelidikan (profiling) tentang identitas lengkap korban. Korban nuga diketahui malam itu dalam perjalanan menuju Selayang Pancur Batu.
Dari informasi ini, Tim Gabungan melakukan
penyelidikan terkait perjalanan pulang korban menuju ke rumah melalui rekaman CCTV di kantor korban dan sepanjang perjalanan.
Dari hasil lidik pantau CCTV diketahui korban menaiki angkot jenis Rahayu 103 tujuan Pancurbatu-Unimed dengan ciri-ciri angkot sebagaimana terekam CCTV di Jalan HM Yamin dan Jalan Iskandar Muda. Namun demikian Tim Gabungan kesulitan menemukan gambar CCTV di tempat biasa korban turun angkot yakni di Simpang Selayang karena CCTV Dishub tidak berfungsi.
Kemudian dilakukan lidik terhadap pemilik dan pengendara angkot dan akhirnya tim berhasil mengetahui identitas supir angkot atas nama Tomi Keliat. Selanjutnya melakukan pencarian terhadap yang diduga pelaku Tato Sembiring.
"Berdasarkan keterangan tersangka Tomi, keduanya merampok korban dengan cara mencekik korban dan membantingkan kepala korban di dalam mobil angkot yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Kapolrestabes menirukan keterangan tersangka.
Selanjutnya mayat korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan ntuk dilakukan autopsi danReskrim Polrestabes Medan membentuk Tim Gabungan untuk melakukan penyelidikan (profiling) tentang identitas lengkap korban. Korban nuga diketahui malam itu dalam perjalanan menuju Selayang Pancur Batu.
Dari informasi ini, Tim Gabungan melakukan
penyelidikan terkait perjalanan pulang korban menuju ke rumah melalui rekaman CCTV di kantor korban dan sepanjang perjalanan.
Dari hasil lidik pantau CCTV diketahui korban menaiki angkot jenis Rahayu 103 tujuan Pancurbatu-Unimed dengan ciri-ciri angkot sebagaimana terekam CCTV di Jalan HM Yamin dan Jalan Iskandar Muda. Namun demikian Tim Gabungan kesulitan menemukan gambar CCTV di tempat biasa korban turun angkot yakni di Simpang Selayang karena CCTV Dishub tidak berfungsi.
Kemudian dilakukan lidik terhadap pemilik dan pengendara angkot dan akhirnya tim berhasil mengetahui identitas supir angkot atas nama Tomi Keliat. Selanjutnya melakukan pencarian terhadap yang diduga pelaku Tato Sembiring.
"Berdasarkan keterangan tersangka Tomi, keduanya merampok korban dengan cara mencekik korban dan membantingkan kepala korban di dalam mobil angkot yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Kapolrestabes menirukan keterangan tersangka.
Lihat Juga :