Dorong Percepatan Produksi Pertanian, Indah Kurnia Bantu Traktor
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 19:03 WIB
loading...
A
A
A
"Ini biar proses penggarapannya biar cepat, karena sekarang kan kebutuhannya adalah percepatan untuk menghasilkan hasil produksi yang maksimal. Saya pikir traktor sawah ini adalah kebutuhan yang vital bagi masyarakat di desa ini," tegasnya.
Indah mengungkapkan, saat ini semua pihak sedang memikirkan cara memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19. Baik pemerintah maupun wakil rakyat terus mencari jalan keluar agar perekonomian masyarakat kembali pulih.
"Urusan kesehatan ada di komisi IX, kami di Komisi XI mencoba masuk dari sisi ekonominya. Karena dampak dari pandemi ini membuat kegiatan ekonomi terganggu akibat adanya pembatasan. Maka yang harus banyak dikawal adalah pelaku UMKM yang selama ini berkontribusi tinggi dan penopang ekonomi masyarakat," ungkapnya.
(Baca juga: Diduga Sopir Mengantuk, Ambulans Bawa Pasien Tabrak Batas Jalan )
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Kedungsukodani, Suwarno mengungkapkan, bahwa trantor sawah sangat dibutuhkan oleh masyarakat supaya waktu turun tanam bisa tepat waktu. Sebelumnya petani di desanya menggarap lahan menggunakan hand traktor yang cukup memakan waktu lama, sehingga waktu menanam bibit padi molor.
"Seharusnya umur 21-22 harus ditanam. Itu sampai umur 36 itu sudah tidak maksmal lagi kalau jadi padi. Tapi dengan adanya traktor ini saya kira bisa tepat waktu," ujarnya. Suwarno mengatakan, saat ini lahan sawah yang digarap warganya seluas 132 hektar. Nantinya, traktor sawah akan dioperasikan bergantian dengan kesepakatan bersama.
Sementara itu, anggota Gapoktan Mandiri Jaya, H. Sunaji mengucapkan termakasih atas bantuan traktor sawah dari Indah Kurnia dan BI. Teknologi ini menurutnya mampu mempercepat penggarapan sawah dengan hasil maksimal dibandingkan hand traktor yang selama ini digunakan.
Indah mengungkapkan, saat ini semua pihak sedang memikirkan cara memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19. Baik pemerintah maupun wakil rakyat terus mencari jalan keluar agar perekonomian masyarakat kembali pulih.
"Urusan kesehatan ada di komisi IX, kami di Komisi XI mencoba masuk dari sisi ekonominya. Karena dampak dari pandemi ini membuat kegiatan ekonomi terganggu akibat adanya pembatasan. Maka yang harus banyak dikawal adalah pelaku UMKM yang selama ini berkontribusi tinggi dan penopang ekonomi masyarakat," ungkapnya.
(Baca juga: Diduga Sopir Mengantuk, Ambulans Bawa Pasien Tabrak Batas Jalan )
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Kedungsukodani, Suwarno mengungkapkan, bahwa trantor sawah sangat dibutuhkan oleh masyarakat supaya waktu turun tanam bisa tepat waktu. Sebelumnya petani di desanya menggarap lahan menggunakan hand traktor yang cukup memakan waktu lama, sehingga waktu menanam bibit padi molor.
"Seharusnya umur 21-22 harus ditanam. Itu sampai umur 36 itu sudah tidak maksmal lagi kalau jadi padi. Tapi dengan adanya traktor ini saya kira bisa tepat waktu," ujarnya. Suwarno mengatakan, saat ini lahan sawah yang digarap warganya seluas 132 hektar. Nantinya, traktor sawah akan dioperasikan bergantian dengan kesepakatan bersama.
Sementara itu, anggota Gapoktan Mandiri Jaya, H. Sunaji mengucapkan termakasih atas bantuan traktor sawah dari Indah Kurnia dan BI. Teknologi ini menurutnya mampu mempercepat penggarapan sawah dengan hasil maksimal dibandingkan hand traktor yang selama ini digunakan.
Lihat Juga :