Kisah Ki Ageng Ngaliman, Putra Sunan Giri Dihukum Mati usai Tantang Mataram
Minggu, 03 Desember 2023 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Dalam buku Atlas Wali Songo (2016) disebutkan, salah satu bidang dakwah yang digarap Sunan Giri adalah pendidikan, yakni mengembangkan sistem pesantren. Kemudian juga bidang politik dan kebudayaan yang itu tak lepas dari kebijaksanaan wali lainnya.
Gelar Prabu Satmata, yakni salah satu nama Dewa Siwa yang diberikan kepada Sunan Giri, adalah merujuk pada kekuasaan politik yang dimiliki. Catatan Literature of Java (1967-1980) Th.H.Th. Pigeaud menyebut, pada tahun 1485 Masehi, Sunan Giri membangun kedhaton di puncak bukit yang kemudian dikenal bernama Giri Kedhaton.
Sementara polah tingkah Aliman, secara tidak langsung telah menggerogoti ajaran Islam. Aliman tidak henti-henti mencemooh pengetahuan para santri. Ilmu para orang-orang alim (mutakalim) terus direndahkannya dan itu membuat keresahan di mana-mana.
![Kisah Ki Ageng Ngaliman, Putra Sunan Giri Dihukum Mati usai Tantang Mataram]()
"Karena tindakan itu dapat merusak agama Islam, dan dapat mengakibatkan masjid pondok sepi". Ulah Aliman tidak bisa dibiarkan, dan dia diputuskan dibuang ke sebuah bukit yang kelak dikenal dengan nama Gunung Liman, yang letaknya bersebelahan dengan Gunung Wilis.
Di tempat barunya, Aliman mengangkat diri sebagai Ki Ageng, dan dikenal dengan nama Ki Ageng Ngliman atau Ngaliman. Ia mengajar ilmu kanuragan dan kedigdayaan kepada orang-orang Jawa yang ikut bertempat tinggal di sana.
Gelar Prabu Satmata, yakni salah satu nama Dewa Siwa yang diberikan kepada Sunan Giri, adalah merujuk pada kekuasaan politik yang dimiliki. Catatan Literature of Java (1967-1980) Th.H.Th. Pigeaud menyebut, pada tahun 1485 Masehi, Sunan Giri membangun kedhaton di puncak bukit yang kemudian dikenal bernama Giri Kedhaton.
Sementara polah tingkah Aliman, secara tidak langsung telah menggerogoti ajaran Islam. Aliman tidak henti-henti mencemooh pengetahuan para santri. Ilmu para orang-orang alim (mutakalim) terus direndahkannya dan itu membuat keresahan di mana-mana.

"Karena tindakan itu dapat merusak agama Islam, dan dapat mengakibatkan masjid pondok sepi". Ulah Aliman tidak bisa dibiarkan, dan dia diputuskan dibuang ke sebuah bukit yang kelak dikenal dengan nama Gunung Liman, yang letaknya bersebelahan dengan Gunung Wilis.
Di tempat barunya, Aliman mengangkat diri sebagai Ki Ageng, dan dikenal dengan nama Ki Ageng Ngliman atau Ngaliman. Ia mengajar ilmu kanuragan dan kedigdayaan kepada orang-orang Jawa yang ikut bertempat tinggal di sana.
Lihat Juga :