Kisah Tongkat Bung Karno, Pusaka Sakti Pelindung Diri Bikin Penasaran Fidel Castro
Senin, 13 November 2023 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Kalau sedang terburu-buru dan harus pergi, Bung Karno kerap membawa tongkat komando untuk berpidato. Tongkat Komando Bung Karno dipakai sejak 1952, setelah peristiwa 17 Oktober 1952.
Jadi dalam setiap foto Bung Karno, terlihat selalu menggamit sebuah tongkat yang berukuran panjang sekitar 30-40 cm.Tongkat komando Bung Karno terbuat dari kayu Pucang Kalak. Pohon Pucang itu banyak.
Baca Juga: Kebengisan Amangkurat II dan VOC Belanda Habisi Pemberontakan Trunojoyo
Tapi Pucang Kalak itu hanya ada di salah satu tempat keramat di Ponorogo, Jawa Timur. Ada yang mengatakan kayu tersebut memiliki keistimewaan.
Jika memegang kayu tersebut di atas permukaan air, maka bayangan kayu tersebut berubah menjadi seekor ular yang sedang berenang.
Bung Karno mendapatkan kayu ini cukup unik, suatu malam dia didatangi orang dengan membawa sebalok kayu Pohon Pucang Kalak yang dipotong dengan tangannya, lalu balok itu diserahkan pada Bung Karno.
”Untuk menghadapi Para Jenderal” kata orang itu. Lalu Bung Karno menyuruh seorang seniman Yogyakarta untuk membuat kayu itu menjadi tongkat komando.
Jadi dalam setiap foto Bung Karno, terlihat selalu menggamit sebuah tongkat yang berukuran panjang sekitar 30-40 cm.Tongkat komando Bung Karno terbuat dari kayu Pucang Kalak. Pohon Pucang itu banyak.
Baca Juga: Kebengisan Amangkurat II dan VOC Belanda Habisi Pemberontakan Trunojoyo
Tapi Pucang Kalak itu hanya ada di salah satu tempat keramat di Ponorogo, Jawa Timur. Ada yang mengatakan kayu tersebut memiliki keistimewaan.
Jika memegang kayu tersebut di atas permukaan air, maka bayangan kayu tersebut berubah menjadi seekor ular yang sedang berenang.
Bung Karno mendapatkan kayu ini cukup unik, suatu malam dia didatangi orang dengan membawa sebalok kayu Pohon Pucang Kalak yang dipotong dengan tangannya, lalu balok itu diserahkan pada Bung Karno.
”Untuk menghadapi Para Jenderal” kata orang itu. Lalu Bung Karno menyuruh seorang seniman Yogyakarta untuk membuat kayu itu menjadi tongkat komando.
(ams)
Lihat Juga :