Kondisi Bocah Korban Penyiksaan Terus Membaik, Bisa Segera Pulang dari RSSA Malang

Kamis, 19 Oktober 2023 - 14:18 WIB
loading...
Kondisi Bocah Korban...
ocah korban penyekapan dan penyiksaan oleh lima anggota keluarganya di Kota Malang sudah dapat berjalan. Foto/Dok.MPI
A A A
MALANG - Bocah korban penyekapan dan penyiksaan oleh lima anggota keluarganya di Kota Malang sudah dapat berjalan. Sebelumnya bocah berinisial D, warga Jalan KH. Malik Dalam Gang Permata Gading RT 4 RW 4, Kelurahan Buring, Kedungkandang, Malang, dirawat dengan kondisi mengenaskan usai luka-luka akibat penyiksaan yang diterimanya.

D, bocah korban penyekapan dan penganiayaan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Sepanjang perawatan hingga hari Jumat malam (13/10/2023) kondisi bocah asal Jalan

Ketua Yayasan Bersama Anak Bangsa Yuning Kartikasari menyatakan, korban telah bisa berjalan dan perlahan beberapa alat kesehatan seperti infus dan selang nasogastrik atau istilah sonde, di tubuhnya dilepas. Bahkan secara kondisi fisik, sepekan lebih dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) sudah kembali mendekati normal.

"Infus sudah dilepas ada 6 harian, sondenya juga sudah dilepas," kata Yuning Kartikasari, dikonfirmasi pada Kamis (19/10/2023).

Baca Juga: Sadis! Ini Penyiksaan Bocah di Malang, Tangan Dimasukkan Panci Panas hingga Lidah Disundut Rokok

Berat badannya pun terus berangsur-angsur menunjukkan tren kenaikan hingga 13 kilogram. Namun diakui Yuyun, sapaan akrabnya luka lama di beberapa bagian tubuhnya masih perlu penanganan dengan fisioterapi.

"Untuk luka lama menurut dokter perlu fisioterapi, tapi untuk luka dalam tidak ada. Keluhannya kemarin hanya HB-nya rendah, ditransfusi darah," ujarnya.

Sejauh ini kondisi D, bakal diobservasi dalam beberapa hari ke depan. Jika sudah membaik rencananya ia diperbolehkan untuk keluar rumah sakit dan menjalani perawatan jalan.

"Katanya tim bisa segera pulang dalam beberapa hari ke depan jika tidak ada keluhan lagi," tukasnya.

Baca Juga: Begini Kondisi Terkini Bocah Korban Penyiksaan Ayah Kandung dan Ibu Tiri

Sebelumnya diberitakan, dugaan penyekapan dan penyiksaan terjadi di rumah EN, yang berada di Jalan KH. Malik Dalam Gang Permata Gading, Kelurahan Buring, Kedungkandang, Kota Malang. Korban adalah D, bocah berusia 7 tahun, yang merupakan anak kandung dari Joko, dan anak tiri dari Eni.

D diduga dianiaya oleh Joko dan Eni, serta tiga orang lain yang tinggal di dua rumah yang berhimpitan dan satu area. Akibatnya korban D mengalami sejumlah luka di sekujur tubuhnya sebelum akhirnya ditemukan oleh warga dan dilaporkan ke kepolisian.

Polresta Malang Kota sendiri telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini. Kelimanya yakni JA (36) ayah kandung korban. Kemudian, EN (42) yang merupakan ibu tiri korban, JA dan EN ini merupakan pasangan suami istri yang menikah secara siri.

Selain keduanya, kakak tiri korban berinisial PA (21), MN (65) yang merupakan nenek tiri korban, dan terakhir SM (43) paman tiri korban. Kini kelimanya ditahan di tempat terpisah, tiga orang yakni JA, SM, dan PA ditahan di tahanan Polresta Malang Kota, sedangkan dua orang yakni MA dan EN ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Sukun, Malang.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahroni Desak Semua...
Sahroni Desak Semua Pengurus Daycare Yogyakarta yang Terlibat dalam Dugaan Penganiayaan Anak Dipidana
Polisi Ungkap Pemicu...
Polisi Ungkap Pemicu 2 PRT Nekat Lompat dari Indekos di Benhil: Majikannya Sadis
REPDEM Kecam Penyiraman...
REPDEM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Aktivis Papua Kecam...
Aktivis Papua Kecam Serangan TPNPB yang Tewaskan 2 Warga Sipil di Tambrauw dan Tembagapura
Siswa SMP Sungai Raya...
Siswa SMP Sungai Raya Lempar Bom Molotov di Sekolah Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem
Kapolda Metro Jaya:...
Kapolda Metro Jaya: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Jarang Bergaul dan Tertarik Konten Kekerasan
9 WNI Relawan Global...
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dipukul hingga Disetrum Israel, DPR: Melewati Batas Kepantasan dan Kemanusiaan
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Akui Pernah Lakukan...
Akui Pernah Lakukan KDRT ke Istri, Dede Sunandar Ungkap Alasannya
Rekomendasi
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Berita Terkini
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved